Afrika Selatan hingga kini masih tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat kriminalitas tertinggi di dunia. Berbagai laporan menyebutkan, jika dirata-ratakan pembunuhan dan pemerkosaan terjadi hampir di setiap menitnya.
Kalau kemudian FIFA memilih negara tersebut menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010, pasti organisasi pimpinan Sepp Blatter itu sudah punya banyak pertimbangan. Entah FIFA kini menyesali atau tidak karena beberapa wartawan, tim kontestan Piala Dunia dan bahkan mereka sendiri sudah jadi korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada yang memanggil dan keliatan sok akrab, langsung tinggalin saja," begitu pesan Djaka Widyatmadja, staf lokal kedutaan besar Indonesia di Pretoria pada saya tak lama setelah mendarat di negara Nelson Mandela ini, dalam rangka meliput Piala Dunia.
Disebut Djaka kemudian, tingginya tingkat kriminalitas di Afsel salah satunya disebabkan oleh mudahnya orang memiliki senjata api. Beragam jenis senjata api memang bisa didapat dengan harga murah plus perizinan yang sangat longgar.
Upaya meminimalisasikan tindak kejahatan kadang ternyata tak cukup. Soalnya keluarga Djaka sempat jadi korban saat mobil mereka dirampas orang. Kejadian yang sangat mengerikan itu terjadi siang hari, tepat di depan kediaman mereka.
"Waktu itu istri saya baru pulang dan mau masukin mobil ke dalam. Saat mau menutup pintu gerbang itulah dua laki-laki menodongkan senjata. Istri saya pasrah dan melempar tas serta kunci mobil. Mereka yang sepertinya sudah mengawasi sejak lama langsung kabur membawa mobil dengan kecepatan tinggi," sambung pria yang sudah tinggal di Afsel sejak 1995 itu.
Usai kejadian tersebut, Djaka langsung memperbaiki sistem keamanan rumahnya. Pintu gerbang dia lengkapi dengan alat kendali jarak jauh. Selain itu dia juga menyewa jasa keamanan swasta.
"Di sini ada banyak perusahaan swasta menyediakan jasa keamanan. Contohnya yang saya pakai ini, jika ada pembobolan atau tindak kejahatan lain, mereka akan datang dalam waktu kurang dari lima menit. Mereka memang punya semacam pos yang tersebar di mana-mana dengan mobil yang siap meluncur ke customer-nya jika terjadi sesuatu," sambung bapak dari dua orang anak itu.
Menyewa jasa keamanan swasta cuma salah satu cara yang bisa dilakukan dalam usaha menghindari menjadi korban kejahatan. Soalnya pada beberapa rumah, pagar mereka dilengkapi dengan kawat yang dialiri listrik.
Kawat listrik tersebut juga bisa terhubung dengan jasa pengamanan swasta yang disewa si pemilik rumah. Jadi selain memberi sengatan listrik buat si pelaku kejahatan, kawat tersebut juga bisa mengirim tanda bahwa telah terjadi sebuah aksi kejahatan.
Meski tinggal di negara dengan tingkat kriminalitas yang sangat tinggi, toh Djaka sepertinya nyaman-nyaman saja. Hingga kini sudah 15 tahun dia menetap di negara ini, yang bersama istrinya telah dikaruniai dua anak, Randi dan Arfin, yang keduanya lahir di Afrika Selatan.
(din/a2s)











































