Lepas dari Dunia Gelap Lewat Sepakbola

Catatan dari Afsel

Lepas dari Dunia Gelap Lewat Sepakbola

- Sepakbola
Senin, 05 Jul 2010 14:42 WIB
Lepas dari Dunia Gelap Lewat Sepakbola
Pretoria - Menjadi pemain sepakbola profesional mungkin menjadi impian semua anak muda kulit hitam di Afsel. Harapannya hanya satu, bisa lepas dari gelapnya dunia kejahatan.

Detiksport bertemu dengan Thulasizwe Mbuyane, seorang pemuda asal Mamelodi, Gauteng--daerah paling rawan dan kumuh di pinggiran Pretoria. Semangat bermain sepakbola membuat perubahan besar dalam perkembangan kehidupannya.

Layaknya remaja lain yang hidup di lingkungan tersebut, Mbuyane juga pernah terlibat dalam aksi kejahatan, seperti perampokan dan pencurian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi aktivitas tersebut kemudian mulai ditinggalkan oleh Mbuyane ketika menginjak usia 18 tahun. Karena bakatnya yang menonjol dalam sepakbola, dia kemudian diajak bergabung oleh tim junior Mandla Proffesionals. Karir juniornya berlanjut ke Cartoria Alba Chiefs, Ac Milan (klub lokal Afsel), dan Jusbem United.

Menginjak usia 20-an, pria bernama lengkap Thulasizwe Moses Mbuyane tersebut ditarik oleh tim Ga-Rankuwa United dan mulai bermain di premier soccer league Afsel. Di klub tersebut, Mbuyane bermain selama empat tahun.

Klub Free State Stars kemudian membelinya pada tahun 2007. Selama setahun bermain, dia mencetak enam gol. Kini, pemain yang gemar menggunakan nomor punggung 18 tersebut berlabuh di Orlando Pirates sebagai striker. Tim nasional Afsel juga pernah memainkan dia dua kali dalam laga persahabatan, sisanya masih dicadangkan.

"Aku sangat bersyukur karena sepakbola kini membuat hidupku lebih baik. Saya bisa tinggal di lingkungan yang aman dan punya mobil," ucap Mbuyane kepada detiksport. "Aku bisa mendapat gaji puluhan ribu rand dan menghidupi keluarga dengan layak," tambahnya.

Di usianya yang sudah menginjak 26 tahun, Mbuyane bertekad masuk tim inti Bafana-Bafana dalam ajang Piala Dunia 2014. Lewat latihan keras dan bersikap profesional, pemain yang selalu dimainkan sebagai penyerang ini yakin tim asal Afrika bisa berbicara banyak di tingkat dunia.

"Saya mulai besok akan kembali berlatih di klub. Saya akan fokus ke Piala Afrika baru setelah itu kembali menatap Piala Dunia," urainya.

Tapi tak semua pemuda seberuntung Mbuyane. Banyak yang mencoba berkarir di sepakbola namun masih gagal menembus dunia profesional.

Dumi, warga Mamelodi yang juga rekan Mbuyane saat masih di tim junior mengaku gagal masuk masuk klub profesional dan kini memilih menjadi sopir antar-jemput anak sekolah.

"Kakak saya juga sempat masuk tim junior tapi gara-gara ditembak punggungnya empat kali, hancur sudah impiannya," cerita Dumi.
(mad/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads