Peristiwa nahas ini diawali dari kemenangan Afsel atas Prancis di partai fase grup Piala Dunia 2010 pada tanggal 22 Juni silam. Asanda yang ngefans dengan Bafana-bafana jelas menyambut riang kemenangan tim kesayangan.
Salah satu cara Asanda merayakan adalah dengan meniup terompet Vuvuzelanya kencang-kencang dalam perjalanannya pulang usai nonton bareng dengan teman-temannya. Sialnya, justru di dekat rumahnya nyawa Asanda harus melayang. Dia kena tembak tetangganya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah pertandingan itu putraku dan teman-temannya masuk ke lapangan tetangga seraya meniup Vuvuzela. Teman-teman anakku lalu bilang dia ditembak," lirih Sandile.
Si tetangga yang jadi tersangka penembakan sempat ditahan atas tuduhan pembunuhan, tapi kemudian dilepaskan usai membayar jaminan. Orang yang tak disebutkan namanya ini juga dilaporkan bersikukuh mengira Asanda adalah perampok sehingga dia melepaskan tembakan.
(krs/a2s)











































