Secara pribadi saya menyukai Spanyol. Tim ini luar biasa. Komposisinya lengkap dari barisan penyerang, tengah dan pertahanan. Sejak awal saya yakin tim ini tidak bakal tersingkir. Itu bisa dipahami, karena di Tim Matador inilah keindahan sepakbola La Liga nikmat dilihat. Itu karena para pemain Barcelona dan Real Madrid ngumpul di tim ini. Juga Sevilla.
Namun, antara kesukaan dan feeling terkadang memang tidak seiring. Dan itu terjadi kali ini. Untuk itu dengan sangat terpaksa saya harus melepas tim kesayangan saya. Keyakinan saya Jerman akan mampu menekuk Spanyol. Tim Matador akan kesulitan membendung Der Panzer yang bermain bak banteng ketaton. Banteng yang terluka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejayaan Spanyol adalah saat wilayah jajahannya luas. Upeti mengalir pada negeri yang berdiri ratusan tahun sebelum Masehi itu (Barcelona). Kemegahan arsitektur Spanyol merupakan artefak masa silam. Di situ ada sisi kelam di balik keindahan hasil kecerdasan dan peradaban tinggi rakyatnya.
Namun, setelah satu demi satu negeri jajahan memerdekakan diri melalui revolusi, kudeta berdarah, pun "diberi", maka lambat tapi pasti Spanyol mulai kekurangan pundi-pundi pendapatan negara. Negeri yang pernah terlanda penyakit menular akut itu popularitasnya menurun, dan kebesarannya tergantikan oleh negara lain yang lebih mapan.
Jika masa lalu dijadikan sketsa untuk menggambarkan pertandingan antara Spanyol dan Jerman, maka Spanyol kini ibarat orang yang kehilangan kawan seperjuangan. Tim-tim Amerika Latin mendominasi babak-babak sebelumnya berguguran, dan dia tinggal sendiri melawan Eropa. Malah tidak hanya satu, yaitu Jerman, tapi juga Belanda yang sudah ongkang-ongkang "memberi" spirit terhadap Eropa untuk menghancurkannya.
Ini hanya ibarat. Sebab hakekatnya Belanda sendiri juga berharap lawan Spanyol ketimbang Jerman. Itu karena Nederland sadar Jerman lagi bagus-bagusnya bermain. Juga nasib sedang memihaknya. Apalagi jalan yang dilalui cukup lancar dengan produktivitas gol yang luar biasa.
Adakah benar Spanyol akan dikalahkan Jerman? Keyakinan saya begitu. Sebab gaya Latin kalau terus ditekan kedodoran. Itu pula yang membuat Messi dan Higuain kurang berfungsi yang menyebabkan Argentina kalah. Juga Brasil yang harus tunduk melawan Belanda. Permainan Spanyol tak jauh dengan tim-tim itu.
Ini hanya prediksi. Ini pendapat pribadi. Kalaulah benar itu memang kuasa Allah. Tapi kalau salah, itulah manusia. Dia hanya bisa berdoa dan berusaha. Dua langkah itu yang bisa saya lakukan. Tentang nanti benar-tidaknya prediksi ini, maka itu bukan lagi urusan saya. Itulah takdir yang mutlak kekuasaan Allah.
===
*) Penulis adalah pemerhati budaya, tinggal di Surabaya. Secara teratur juga menulis kolom di detikNews.
(a2s/roz)











































