Kekalahan 0-4 dari Jerman membuat Argentina harus pulang kampung dan puas jadi perempatfinalis. Menyusul kekalahan ini masa depan Maradona sebagai pelatih pun jadi tanda tanya.
Akan tetapi, ini tak menyurutkan dukungan buatnya mulai dari Presiden Argentina, staf kepelatihannya, dan juga sejumlah pemainnya. Seorang anggota legislator Argentina bernama Juan Cabandine tak mau kalah. Anggota majelis rendah itu melontarkan usulan untuk membuatkan Maradona sebuah monumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maradona, yang ditunjuk melatih Argentina pada tahun 2008, memang dianggap sebagai figur penuh kharisma di negaranya. Sebagai pemain, si "Tangan Tuhan" berhasil mempersembahkan gelar juara dunia untuk Tim Tango pada tahun 1986.
Meski begitu, Maradona juga penuh pro-kontra. Jika sebagai pemain dia kedapatan positif doping di Piala Dunia 1994, sebagai pelatih Maradona dikritik karena pilihan pemainnya dalam menyusun skuad Argentina.
Sekitar 20 ribu fans juga dikabarkan tetap menyambut skuad Argentina sepulangnya dari Afsel. Namun, sebuah jajak pendapat online dari suratkabar Clarin juga memaparkan bahwa 63,1 persen respondennya ingin Maradona mundur dari kursi pelatih. Jajak pendapat-jajak pendapat lain menunjukkan hasil serupa.
Jika tersingkir di perempatfinal saja Maradona sampai diusulkan dibuatkan monumen, bagaimana jika dia bisa membawa Argentina jadi juara?
(krs/key)











































