Jerman Luput Angka, Dapat Biru, 'Dicekik' Paul

Jerman Luput Angka, Dapat Biru, 'Dicekik' Paul

- Sepakbola
Kamis, 08 Jul 2010 12:36 WIB
Jerman Luput Angka, Dapat Biru, Dicekik Paul
Jakarta - Ada beberapa mitos yang menjagokan Jerman bakal juara, tapi pada akhirnya itu tidak berlaku. Yang harus diterima Der Panzer adalah "kutukan" biru dan seekor gurita "asuhannya" sendiri, Paul.

Salah satu versi hitung-hitung angka "ajaib" adalah 3964, yang didasari pada sejarah tim yang pernah juara dan akan kembali juara. Dengan mengurangkan 3965 dengan (tahun) 2010, ditemukan angka 1954. Dan itu adalah tahun ketika Jerman pertama kali menjadi juara. (Lihat di sini).

Empat juga sempat dianggap sebagai angka hoki-nya Jerman. Mereka membuat dunia terpesona ketika menghempaskan Australia, Inggris dan Argentina dengan gol sebanyak itu -- dan mereka sedang memburu gelarnya yang keempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, yang mengalahkan Lukas Podolski dkk adalah "mitos" tim-tim berkostum biru. Ada anekdot, tim yang punya unsur biru dalam pakaiannya takkan berjodoh dengan Afrika Selatan. Tim besar yang terkena "kutukan" karena berbaju biru adalah Prancis dan Italia. Brasil terkena getahnya ketika mereka ditundukkan Belanda di perempatfinal di saat mereka berkostum biru-putih. (Baca di sini)

Yunani juga biru dan tersingkir di babak grup. Jepang dan Uruguay pun mengubur mimpi besarnya menjadi juara karena ber-jersey biru, meskipun prestasi mereka secara objektif sudah sangat baik.

Jerman tidak punya kostum biru. Celakanya, Joachim Loew sang pelatih begitu gandrung pada sweater biru, sampai-sampai ia percaya bahwa hal itu membawa keberuntungan. Semestinya fans Jerman mengingatkan Loew pada mitos kutukan biru itu sebelum melawan Spanyol di semifinal.

Uniknya, Spanyol "Si Merah Membara" (La Furia Roja) sempat dua kali memakai jersey serba biru (tua) sewaktu meladeni dua tim Latin, Chile dan Paraguay. Ajaib, Matador terhindar dari kutukan itu karena masih bertahan dan akan main di final, melawan tim yang tidak punya unsur birunya: Belanda.

Yang paling ironis untuk Jerman adalah nasib mereka lebih dulu "diramalkan" oleh seekor makhluk lucu bertentakel delapan. Paul si gurita, yang lahir di Inggris tapi menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Jerman, di sebuah akuarium besar di Sea Life kota Oberhausen, memprediksi negaranya akan kalah dari Spanyol, dan itu benar terjadi.

Namanya juga mitos, boleh percaya boleh tidak. Untuk partai final, Anda punya mitos apa terkait Spanyol dan Belanda? (a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads