Entah dengan Anda, tapi saya sangat tertarik. Dan itulah yang saya lakukan ketika berjumpa dengan Bouchra di Hotel Sandton Sun, Johannesburg, Jumat (9/7/2010). Semua pria yang ada di lobi hotel tersebut sepertinya juga ingin melakukan hal yang sama.
Kala itu, Bouchra tampil santai tapi seksi dengan jaket kulit cokelat dan kaos warna ungu yang dibalut dengan scarf putih. Rambut cokelat terurai dan aroma parfum yang lembut semakin menambah pesona wanita keturunan Maroko tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hai, Bouchra, apa kabar?, Anda terlihat sangat cantik," rayuan saya mulai terlontar.
Dengan ramah, dia merespons balik salam saya dan mau menjawab semua pertanyaan yang diajukan tentang Van Persie maupun kehidupan sehari-harinya. Tapi saat saya rayu agar bisa bertemu dengan penyerang Arsenal tersebut, 'jurus' gombal saya tak mempan.
"Tidak bisa, maaf. Itu bukan wewenang saya sebab ada konfederasi sepakbola yang mengatur kalau mau wawancara," ucapnya dengan ramah.
Tapi tak apa. Bisa berbicara langsung dengan ibu dua anak tersebut sudah berkah tersendiri. Lagipula, saya sudah sempat bertemu dengan Van Persie meski hanya lima menit di hotel Hilton beberapa waktu lalu.
Bedankt, mevrouw Van Persie!
(mad/arp)











































