"Keduanya belum pernah menang di piala dunia, saya memilih Belanda menang di penalti," kata Marzuki saat berada di ruang wartawan, Gedung Nusantara III, DPR RI,
Senin (12/7/2010).
Ia meiliki alasan tersendiri dalam memilih jagoan piala dunia. Ia melihat kesan permainan Belanda di era 1974. "Pemainnya punya kelas tersendiri," kata pria yang
awalnya menjagokan Brasil ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ahy/arp)











































