Vidyah adalah satu dari 15 ribu volunteer terpilih yang akan bekerja selama Piala Dunia tahun ini. Dari ratusan ribu pendaftar, ia adalah satu-satunya orang Indonesia yang terpilih.
Wanita 23 tahun itu ditempatkan di kota Porto Alegre. Tim-tim yang memiliki jadwal bertanding di kota itu antara lain Argentina, Aljazair, Korea Selatan, dan Prancis.
Kesempatan menjadi relawan Piala Dunia akan dimanfaatkan pula oleh Vidyah untuk membawa misi yang lain, sebagai seorang Indonesia.
"Saya bawa batik yang banyak dari sini. Nanti di sana saya mau pakai, supaya mereka tahu Indonesia," tutur Vidyah kepada detiksport, Kamis 95/6/2014).
Gaji yang Tak Dipikirkan dan Persiapan Puasa
Vidyah, yang baru lulus S1 di Universitas Paramadina, Jakarta, itu akan terbang ke Brasil malam ini. Ia terlebih dulu akan mengikuti training pada 9 Juni, sekaligus beradaptasi dengan tempat barunya itu, sebelum melakukan apa yang menjadi pekerjaannya.
Ditanya soal bayaran yang akan ia terima sebagai volunteer, Vidyah mengesampingkan hal tersebut. Buat dia, bisa ke Brasil saja sudah sebuah pengalaman yang tak ternilai harganya.
"Soal gaji sih, totalnya saya belum tahu. Yang jelas hitungannya per hari. Yang penting itu pengalaman. Saya fokus di situ, karena bisa ikut Piala Dunia sudah sangat berharga bagi saya. Gaji tak sebanding, yang penting pengalaman," ujar pemilik akun twitter @vidyahpooh ini.

Hal lain yang dipersiapkan Vidyah adalah kebutuhan dia selama tinggal di Porto Alegre. Salah satu yang langsung direncanakan adalah antisipasi menghadapi bulan suci Ramadan.
"Semua sudah saya siapkan. Mulai dari baju, sampai makanan. Karena di sana, makanan belum tentu halal. Jadi saya bawa banyak makanan, seperti deng-deng dan sereal.
"Kebetulan, pas bulan puasa lagi. Jadi saya akan berpuasa di negeri orang. Semua harus saya siapkan, termasuk yang khusus: abon," selorohnya.
Goodluck and take care yaa....
(ads/a2s)











































