Blunder selalu menjadikan si pembuatnya merasa tidak enak, atau mungkin frustasi. Terlebih jika kesalahan fatalnya tersebut berakibat timnya gagal meraih hasil maksimal atau bahkan lebih buruk: kehilangan gelar juara.
Namun, Casillas dan Akinfeev bukan kiper-kiper yang kesalahan buruk di Piala Dunia.
Ada sembilan kiper lainnya yang dianggap membuat blunder terbesar dalam sejarah turnamen ini. Berikut daftarnya sebagaimana dikutip dari Bleacher Report.
1. Iker Casillas, 2014
|
|
Dalam kedudukan tertinggal 1-3, Casillas memungkinkan Belanda menciptakan gol keempatnya. Mendapat operan dari rekannya, bola coba dikontrol Casillas namun direbut Robin van Persie yang menghukum kapten Real Madrid itu dengan gol.
Kesalahan itu mengancam posisi 'Saint Iker' sebagai kiper nomor satu Spanyol. Pelatih Vicente del Bosque menjanjikan perubahan di starting XI di laga hidup-mati melawan Chile nanti malam. Meskipun belum diketahui apakah Casillas akan ditepikan.
2. Igor Akinfeev, 2014
|
|
Kedua tim bermain imbang 0-0 hingga awal babak kedua. Namun, performa Akinfeev di bawah mistar gawang 'Tim Beruang Merah' jauh dari meyakinkan. Kiper berusia 28 tahun itu beberapa kali kurang sigap dalam mengantisipasi tembakan pemain-pemain Korsel sebelum akhirnya datang momen terburuknya di menit ke-68.
Akinfeev sebetulnya berada dalam posisi yang tepat untuk menangkap tembakan yang tidak membahayakan dari Lee Keun-ho dari luar kotak penalti. Tapi entah bagaimana, bola lepas dari tangannya dan masuk ke gawang sendiri.
Kiper yang membela CSKA Moskow itu lantas menutupi wajahnya dengan kedua tangannya menunjukkan penyesalan yang besar. Namun, Akinfeev cukup beruntung karena Rusia terhindar dari kekalahan.
Alexander Kerzakhov menciptakan gol penyama enam menit kemudian untuk memaksakan pertandingan berakhir seri 1-1 sekaligus 'menyelamatkan' Akinfeev.
2. Igor Akinfeev, 2014
|
|
Kedua tim bermain imbang 0-0 hingga awal babak kedua. Namun, performa Akinfeev di bawah mistar gawang 'Tim Beruang Merah' jauh dari meyakinkan. Kiper berusia 28 tahun itu beberapa kali kurang sigap dalam mengantisipasi tembakan pemain-pemain Korsel sebelum akhirnya datang momen terburuknya di menit ke-68.
Akinfeev sebetulnya berada dalam posisi yang tepat untuk menangkap tembakan yang tidak membahayakan dari Lee Keun-ho dari luar kotak penalti. Tapi entah bagaimana, bola lepas dari tangannya dan masuk ke gawang sendiri.
Kiper yang membela CSKA Moskow itu lantas menutupi wajahnya dengan kedua tangannya menunjukkan penyesalan yang besar. Namun, Akinfeev cukup beruntung karena Rusia terhindar dari kekalahan.
Alexander Kerzakhov menciptakan gol penyama enam menit kemudian untuk memaksakan pertandingan berakhir seri 1-1 sekaligus 'menyelamatkan' Akinfeev.
3. Andoni Zubizarreta, 1998
|
|
Insiden itu terjadi saat Spanyol memimpin 2-1 dari Nigeria. Di menit ke-72, Zubizarreta gagal mengantisipasi sebuah umpan silang Garba Lawal dari sisi kiri, bola menyentuh tangannya dan justru membobol gawang Spanyol.
Di akhir pertandingan, Spanyol harus mengakui keunggulan Nigeria 2-3. Kekalahan ini plus hasil seri tanpa gol yang didapat dari Paraguay dan sebuah kemenangan besar 6-1 atas Bulgaria tidak cukup meloloskan 'El Matador'.
3. Andoni Zubizarreta, 1998
|
|
Insiden itu terjadi saat Spanyol memimpin 2-1 dari Nigeria. Di menit ke-72, Zubizarreta gagal mengantisipasi sebuah umpan silang Garba Lawal dari sisi kiri, bola menyentuh tangannya dan justru membobol gawang Spanyol.
Di akhir pertandingan, Spanyol harus mengakui keunggulan Nigeria 2-3. Kekalahan ini plus hasil seri tanpa gol yang didapat dari Paraguay dan sebuah kemenangan besar 6-1 atas Bulgaria tidak cukup meloloskan 'El Matador'.
4. Rene Higuita, 1990
|
|
Di masanya, Higuita memang terkenal sebagai salah satu kiper eksentrik. Tak jarang, ia maju ke depan untuk membantu penyerangan saat Kolombia tertinggal dari lawannya.
Tapi aksi Higuita tersebut malah menjadi senjata makan tuan. Saat melawan Kamerun di babak 16 Besar, Higuita maju hingga daerah pertahanan Kolombia.
Malang, bola operan dari kawannya berhasil direbut oleh Roger Milla, yang dengan mudah menyarangkan bola ke gawang yang kosong.
Lebih buruk lagi, blunder Higuita ini terjadi di babak perpanjangan waktu dan meski Bernardo Redin memperkecil ketinggalan namun Kolombia tak bisa terhindar dari kekalahan. Kolombia pun maju ke perempatfinal usai menang 2-1.
4. Rene Higuita, 1990
|
|
Di masanya, Higuita memang terkenal sebagai salah satu kiper eksentrik. Tak jarang, ia maju ke depan untuk membantu penyerangan saat Kolombia tertinggal dari lawannya.
Tapi aksi Higuita tersebut malah menjadi senjata makan tuan. Saat melawan Kamerun di babak 16 Besar, Higuita maju hingga daerah pertahanan Kolombia.
Malang, bola operan dari kawannya berhasil direbut oleh Roger Milla, yang dengan mudah menyarangkan bola ke gawang yang kosong.
Lebih buruk lagi, blunder Higuita ini terjadi di babak perpanjangan waktu dan meski Bernardo Redin memperkecil ketinggalan namun Kolombia tak bisa terhindar dari kekalahan. Kolombia pun maju ke perempatfinal usai menang 2-1.
5. Robert Green, 2010
|
|
Dari luar kotak penalti, Clint Dempsey melepaskan sepakan mendatar tidak berbahaya. Green berada di posisinya sudah bersiap-siap menangkap bola tapi bola justru tercecer dan masuk ke gawang sendiri.
Blunder itu menjadikan skor akhir pertandingan menjadi 1-1 dan Green kehilangan tempatnya di skuat. Inggris pun mesti finis sebagai runner-up grup.
Seandainya memenangi laga itu, Inggris akan berjumpa Ghana di babak 16 besar bukannya Jerman, yang kemudian menyingkirkan mereka dari turnamen usai menang 4-1.
5. Robert Green, 2010
|
|
Dari luar kotak penalti, Clint Dempsey melepaskan sepakan mendatar tidak berbahaya. Green berada di posisinya sudah bersiap-siap menangkap bola tapi bola justru tercecer dan masuk ke gawang sendiri.
Blunder itu menjadikan skor akhir pertandingan menjadi 1-1 dan Green kehilangan tempatnya di skuat. Inggris pun mesti finis sebagai runner-up grup.
Seandainya memenangi laga itu, Inggris akan berjumpa Ghana di babak 16 besar bukannya Jerman, yang kemudian menyingkirkan mereka dari turnamen usai menang 4-1.
6. Moacir Barbosa, 1950
|
|
Brasil berjumpa Uruguay di partai puncak yang digelar di Stadion Maracana. Kedudukan sama kuat 1-1 sampai tendangan mendatar Alcides Ghiggia di tiang dekat lolos dari penjagaan Barbosa dan meluncur masuk ke gawang Brasil.
Uruguay menggandakan kedudukan yang bertahan sampai laga berakhir untuk menerima titel juara keduanya.
Brasil pun tertunduk dan Barbosa dituding sebagai biang kekalahan itu. Situasi semakin buruk untuk Barbosa karena ia harus membayar insiden itu di sepanjang sisa hidupnya.
Pada 2000, tidak lama sebelum kematiannya, Barbosa menyesalkan publik Brasil itu. "Hukuman maksimal di Brasil adalah 30 tahun penjara, tapi aku sudah membayar sesuatu yang bahkan bukan tanggung jawabku, hingga saat ini, sudah selama 50 tahun."
6. Moacir Barbosa, 1950
|
|
Brasil berjumpa Uruguay di partai puncak yang digelar di Stadion Maracana. Kedudukan sama kuat 1-1 sampai tendangan mendatar Alcides Ghiggia di tiang dekat lolos dari penjagaan Barbosa dan meluncur masuk ke gawang Brasil.
Uruguay menggandakan kedudukan yang bertahan sampai laga berakhir untuk menerima titel juara keduanya.
Brasil pun tertunduk dan Barbosa dituding sebagai biang kekalahan itu. Situasi semakin buruk untuk Barbosa karena ia harus membayar insiden itu di sepanjang sisa hidupnya.
Pada 2000, tidak lama sebelum kematiannya, Barbosa menyesalkan publik Brasil itu. "Hukuman maksimal di Brasil adalah 30 tahun penjara, tapi aku sudah membayar sesuatu yang bahkan bukan tanggung jawabku, hingga saat ini, sudah selama 50 tahun."
7. Mohamed Al-Deaya, 1998
|
|
Al-Deaya seharusnya menangkap bola hasil umpan silang dari sisi kanan, tapi dia malah melompat lebih cepat. Bola justru jatuh ke arah David Trezeguet yang diteruskan dengan sundulan untuk menambah keunggulan Prancis menjadi 2-0.
Setelah melewati pertandingan selama 2x45 menit, Arab Saudi menyerah dengan skor 4-0 dari Prancis. Itu menjadi kekalahan kedua Arab Saudi di babak grup yang menempatkan mereka di ambang eliminasi.
7. Mohamed Al-Deaya, 1998
|
|
Al-Deaya seharusnya menangkap bola hasil umpan silang dari sisi kanan, tapi dia malah melompat lebih cepat. Bola justru jatuh ke arah David Trezeguet yang diteruskan dengan sundulan untuk menambah keunggulan Prancis menjadi 2-0.
Setelah melewati pertandingan selama 2x45 menit, Arab Saudi menyerah dengan skor 4-0 dari Prancis. Itu menjadi kekalahan kedua Arab Saudi di babak grup yang menempatkan mereka di ambang eliminasi.
8. Julio Cesar, 2010
|
|
Brasil lebih dulu memimpin sebelum Belanda mencetak gol penyama, terima kasih kepada Julio Cesar. Saat mengantisipasi umpan silan di kotak, bola yang ditinju Cesar meleset dan masuk gawang Brasil.
Belanda memenangi pertandingan lewat sundulan Wesley Sneijder. Namun, kesalahan Cesar memungkinkan Belanda untuk comeback.
8. Julio Cesar, 2010
|
|
Brasil lebih dulu memimpin sebelum Belanda mencetak gol penyama, terima kasih kepada Julio Cesar. Saat mengantisipasi umpan silan di kotak, bola yang ditinju Cesar meleset dan masuk gawang Brasil.
Belanda memenangi pertandingan lewat sundulan Wesley Sneijder. Namun, kesalahan Cesar memungkinkan Belanda untuk comeback.
9. Andreas Kopke,1998
|
|
Menyambut crossing dari sisi kanan pertahanan Jerman, Kopke berguling sembari menangkap bola. Tapi rupanya tangkapannya tidak sempurna dan bola pun tercecer yang langsung disambar Stojkovic.
Meski membuat blunder, Kopke terampuni dengan membuat sejumlah penyelamatan untuk membantu Jerman memaksakan hasil imbang 2-2.
9. Andreas Kopke,1998
|
|
Menyambut crossing dari sisi kanan pertahanan Jerman, Kopke berguling sembari menangkap bola. Tapi rupanya tangkapannya tidak sempurna dan bola pun tercecer yang langsung disambar Stojkovic.
Meski membuat blunder, Kopke terampuni dengan membuat sejumlah penyelamatan untuk membantu Jerman memaksakan hasil imbang 2-2.
10. Nery Pumpido, 1990
|
|
Diego Maradona dkk. dipermalukan oleh Kamerun 0-1 lewat gol yang tercipta karena kesalahan kipernya sendiri, Nery Pumpido.
Dalam serbuan Kamerun, bola sundulan Francois Omam-Biyik yang tidak membahayakan menembus gawang Argentina. Pumpido gagal menangkap bola dengan sempurna sehingga si kulit bundar masuk ke gawangnya sendiri.
10. Nery Pumpido, 1990
|
|
Diego Maradona dkk. dipermalukan oleh Kamerun 0-1 lewat gol yang tercipta karena kesalahan kipernya sendiri, Nery Pumpido.
Dalam serbuan Kamerun, bola sundulan Francois Omam-Biyik yang tidak membahayakan menembus gawang Argentina. Pumpido gagal menangkap bola dengan sempurna sehingga si kulit bundar masuk ke gawangnya sendiri.
Halaman 2 dari 20











































