Sebagai penggemar sepakbola, bintang basket NBA Kobe Bryant tentu tak absen memantau gelaran Piala Dunia. Untuk edisi kali ini Bryant memprediksi final antara Brasil dengan Argentina.
Saat usia Bryant 6 tahun, sang ayah meninggalkan NBA dan memboyong serta keluarganya ke Italia untuk meneruskan karier basket profesionalnya. Kepindahan tersebut membuatnya mulai memiliki kegemaran tersendiri akan sepakbola.
"Aku tumbuh di Italia dari usia 6 sampai 14, pada masa Serie A merupakan liga terbaik di dunia," kata Bryant dalam obrolan dengan pebasket Cleveland Cavaliers asal Brasil, Anderson Varejao.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat hal itu pula Bryant mengaku senantiasa punya kedekatan dengan tim nasional sepakbola Italia, kendatipun ia tetap mendukung penuh kiprah tim AS.
Mengenai gelaran Piala Dunia kali ini Bryant punya prediksi sendiri perihal tim mana yang akan berhadapan di final. Bukan AS yang masih berjuang lolos maupun Italia yang telah tersingkir, melainkan tuan rumah Brasil dan rival beratnya di Amerika Selatan, Argentina.
"Beberapa tahun lalu aku menjagokan Jerman untuk menang karena aku merasa para pemian muda mereka sedang tumbuh dan semua pemainnya sedang dalam kondisi prima," ulas Bryant.
"Melihat bagaimana Brasil saat ini menghadapi tekanan, khususnya di laga pertama (ketika menang 3-1 atas Kroasia), akan sulit untuk tidak menjagokan mereka. Aku pikir kita akhirnya akan melihat final Brasil vs Argentina dan itu akan jadi sebuah pertai puncak yang epik," seru pria 35 tahun itu.
Prediksi Bryant tersebut bisa saja terwujud mengingat posisi Brasil dan Argentina pada babak 16 besar berada di bagan yang berbeda. Di babak itu sendiri tim Samba akan berjumpa Chile sedangkan tim Tango berhadapan dengan Swiss.
(krs/roz)











































