Lolos dari Aksi Penodongan Berkat Corinthians

Laporan dari Brasil

Lolos dari Aksi Penodongan Berkat Corinthians

- Sepakbola
Kamis, 03 Jul 2014 10:16 WIB
Lolos dari Aksi Penodongan Berkat Corinthians
Ilustrasi (Nelson Almeida/AFP)
Sao Paulo -

Sepakbola memang sudah menjadi bagian dari kehidupan warga Brasil. Bahkan sebuah klub sepakbola di negara ini bisa juga menyelamatkan nyawa seseorang.

Kisah menegangkan namun unik ini diceritakan sekretaris Indonesian Trade Promotion Center, Sinta Surentu, saat ditemui di kantornya di Alameda Santos, Sao Paulo, Brasil, Rabu (2/7/2014).

Peristiwa itu terjadi pada tahun 2013 ketika Sinta dan rekannya itu hendak pulang. Kebetulan juga saat itu sudah larut malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sinta sebelumnya memang sudah sering mendengar cerita bahwa di berbagai wilayah Brasil, orang wajib berhati-hati jika hendak ke luar malam. Dengan tingkat kriminalitas yang cukup tinggi, tidak disarankan bepergian hanya seorang diri.

"Kejadiannya tahun lalu, September di Jalan Reboucas," kata Sinta.

Saat melintas di bawah jembatan yang kebetulan kurang lampu penerangan, Sinta melihat dua orang pria yang mencoba mendekat. Tanpa tendeng aling, kedua pria itu langsung menodong Sinta dengan senjata seraya meminta seluruh barang-barangnya diserahkan.

"Penjahatnya minta HP (handphone) sama tas," tutur Sinta.

Meski panik luar biasa, Sinta mendapat ide yang sesungguhnya tidak masuk akal. Dia melihat si penjahat mengenakan seragam Corinthians, yang tidak lain klub favoritnya.

Dia pun memberanikan diri menanyakan kabar terbaru Corinthians kepada penjahat tersebut setelah beberapa hari sebelumnya mereka memenangi pertandingan di Liga Brasil. Tak disangka, pertanyaan soal Corinthians itu meluluhkan niat jahat pelaku.

"Kamu pendukung Corinthians juga? Ya sudah silakan jalan," kata Sinta menirukan ucapan penjahat saat itu.

Akhirnya Sinta dan rekannya pun diperbolehkan pergi. Dia bergegas meninggalkan lokasi takut penjahat tersebut berubah pikiran.

"Untunglah gara-gara satu tim, saya nggak dibunuh," ucap Sinta penuh syukur.

(mok/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads