Dalam kesempatan menyambangi Brasil untuk tugas peliputan Piala Dunia 2014 ini, salah satu hal pertama yang saya jadikan perhatian utama adalah masalah telekomunikasi. Maka jadilah sedari Jakarta saya sudah lebih dulu berusaha mencari informasi seputar provider lokal yang sekiranya paling mumpuni. Dua nama provider saya dapatkan, dengan salah satunya akhirnya benar-benar saya pilih dan gunakan di Brasil.
Awalnya saya berniat minta bantuan proses registrasi kepada si penjaga kios tempat saya membeli SIM Card tersebut. Namun, hal itu tak kesampaian karena ia terus-terusan menggeleng tak mengerti apa maksud saya. Okelah, tak mengapa karena saya juga sudah mencari tahu bagaimana cara mengaktifkannya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah berbicara dengan operator lokal berbahasa Inggris, yang penuh tawa meski awalnya terdengar datar dan tegas, nomor saya pun aktif dan paket internet dapat digunakan. Coba punya coba, aktivitas browsing, pengiriman e-mail, dan penggunaan chat teks berbasis koneksi internet berjalan lancar--kendatipun ada kalanya kekuatan sinyal naik-turun dan koneksi jadi amat lambat.
Tak berapa lama proses serupa dilakukan teman seperjalanan saya dalam peliputan kali ini. Menggunakan SIM Card serupa dan proses pengaktifan yang sama dengan saya, rincian yang ia jalani lucunya malah berbeda. Jika saya cuma ditanya nama dan nomor paspor saja, ia malah sampai ditanyakan rincian domisili saat ini. Ia tentu saja keheranan karena dirinya sampai ditanya panjang lebar sedangkan saya tidak.
Rekan saya tersebut kian mumet karena kendatipun nomor sudah diaktifkan, layanan internetnya bermasalah--terkadang ada fasilitas yang hari ini bisa digunakan tetapi keesokan harinya macet. Saya hanya bisa bercanda kalau ponsel saya memang cocok dengan SIM Card tersebut, sedangkan ponselnya emoh berjodoh.
Kesal, rekan saya itu pun berusaha mencari provider lain yang juga salah satu provider top di Brasil dan bahkan tercatat sebagai provider layanan telekomunikasi resmi di Piala Dunia 2014. Di gerai resmi provider itu, ia membeli dan menyematkan SIM Card tersebut di telepon seluler yang berbeda dari sebelumnya. Hasilnya? Sama-sama bikin dirinya geregetan.
Pada prosesnya, dalam kunjungan ke kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Kementerian Perdagangan RI di Sao Paulo, Rabu (2/7/2014), rekan saya itu pun minta tolong kepada staf yang ada. Direktur ITPC Tonny Hendrawan, Adm/Marketing ITPC Yoyok Prasetyo, dan Sekretaris & Administratif ITPC Sinta Surentu turun tangan membantu.
Diantarkanlah teman saya itu ke gerai provider SIM Card-nya, yang kali ini lebih besar. Meski tak lagi terkendala bahasa, karena adanya bantuan staf ITPC, petugas di gerai provider itu juga menyerah angkat tangan. Padahal SIM Card benar-benar terkonfirmasi sudah diaktifkan dan pulsa kemudian juga dipastikan telah terisi. Menurut tuturan rekan saya, si petugas gerai tersebut bahkan menyatakan hal serupa sempat dikeluhkan oleh dua pelanggan lain sebelum dirinya. Hmm.
Dalam obrolan kami setelahnya di kantor ITPC, staf lain ternyata juga sempat mengalami kendala dengan SIM Card Brasil meski masalah tuntas setelah ia mengoprek sendiri pengaturan telepon selulernya. Rekan seperjalanan saya sendiri sudah kian nelangsa; beli dua SIM Card tapi sama-sama tak beres, sedangkan saya beli satu langsung tokcer.
Kembali ke hotel, kami pun punya ide untuk coba iseng saja mengutak-atik ponsel rekan saya tersebut, khususnya di bagian pengaturan APN-nya. Saya sarankan coba saja "bertanya" ke Google, siapa tahu ada orang pernah punya masalah serupa dan ada yang memberi solusinya. Rekan saya pun mencobanya. Sekali, gagal. Dua kali, juga sama. Mulai pasrah, ia tiba-tiba berteriak kegirangan karena pengaturan ketiga akhirnya membuatnya berhasil membuka situs halaman muka www.detik.com. Uji sana-sini, semua layanan kini bisa digunakan.
Ia pun kini bisa tersenyum lagi meski mungkin belum terlalu lebar karena ponselnya yang disematkan SIM Card pertama, yang sama dengan yang saya gunakan, belum lancar benar. Saya sendiri, sih, cuma bisa berharap kalau ponsel saya memang sudah klop benar dengan SIM Card lokal di Brasil sehingga tak perlu sampai mengalami lika-liku seperti teman saya itu.
(krs/roz)










































