Pesta Jadi Milik Suporter Tango, Bukan Oranje

Laporan dari Brasil

Pesta Jadi Milik Suporter Tango, Bukan Oranje

- Sepakbola
Kamis, 10 Jul 2014 09:32 WIB
Pesta Jadi Milik Suporter Tango, Bukan Oranje
AFP/Miguel Schincariol
Sao Paulo - Cuaca dingin di sekitar fan fest FIFA di Sao Paulo terasa cukup menggigit. Namun, untuk suporter Argentina yang sedang berpesta hal itu tak ada artinya.

Argentina sampai ke partai puncak Piala Dunia 2014 usai menyisihkan Belanda di semifinal. Setelah terus bermain imbang tanpa gol di Arena de Sao Paulo, Rabu (9/7/2014) waktu setempat, tim Tango akhirnya berjaya 4-2 atas Oranje di babak adu penalti.

Kemenangan tersebut langsung disambut suka cita oleh ribuan suporter Argentina yang memadati fan fest FIFA di Sao Paulo, di kawasan Parque Anhangabau. Mereka mengangkat kedua tangannya, saling berpelukan, merayakan keberhasilan Argentina masuk ke final lagi selepas tahun 1990 silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di luar area fan fest, di kawasan Teater Municipal, nyanyian perayaan terus disuarakan para suporter Lionel Messi cs itu kendatipun hujan rintik membuat suhu malam ini menyentuh 16 derajat celcius.

Ada juga yang iseng menenteng-nenteng suratkabar yang laman depannya memperlihatkan foto duka para pemain tuan rumah Brasil--rival berat Argentina, khususnya di Amerika Selatan--yang langkahnya terhenti di babak empat besar. Para pendukung Belanda pun seperti raib ditelan oleh kegembiraan perayaan kubu lawan.

Kendatipun di Sao Paulo rintik hujan masih turun sesekali, pesta suporter Argentina tampaknya belum akan berhenti. Di kejauhan bebunyian terompet juga masih terdengar samar-samar.

Tapi setelah pesta usai mereka pasti akan siap untuk memberi dukungan sepenuhnya buat La Albiceleste yang bakal berhadapan dengan Jerman dalam final di Maracana tanggal 13 Juli nanti.

Di partai puncak Piala Dunia sebelum ini Argentina sudah dua kali berjumpa dengan Jerman--masih dengan nama Jerman Barat, yakni pada tahun 1986 dan 1990.

Argentina berjaya pada Piala Dunia 1986 meski lantas gantian tertunduk empat tahun setelahnya. Ini akan menjadi final nomor delapan untuk Jerman dan yang kelima buat Argentina.

(krs/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads