DetikSepakbola
Selasa 10 Juli 2018, 15:38 WIB

Laporan Dari Rusia

Panini yang Tak Pernah Mati

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Panini yang Tak Pernah Mati Kartu Panini kembali jadi buruan kolektor di Piala Dunia 2018 (AFP PHOTO / MARCO BERTORELLO)
Moscow - Mengoleksi dan saling bertukar kartu lebih dari sekadar hobi. Selama lebih dari setengah abad Panini menjadi bagian dari keseruan dan kemeriahan Piala Dunia.

Sedikit sejarah singkat tentang Panini, perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1961 di Modena, Italia oleh Panini bersaudara (Benito dan Giuseppe). Dari awalnya sebagai distrubutor koran, Panini kini menjadi grup perusahaan yang bergerak di bidang produksi buku, komik, majalah, stiker, dan trading card.

Peruntungan Panini berubah saat mereka membeli koleksi striker yang ditempel menggunakan lem yang pada awalnya gagal dijual oleh sebuah perusahaan asal Milan. Dari situ bisnis mereka terus naik dengan berhasil menjual lebih dari tiga juta paket.



Panini yang Tak Pernah MatiFoto: AFP PHOTO / MARCO BERTORELLO


Di tahun 1970 Panini mencapai tahap baru dalam perkembangan perusahaannya. Mereka mulai menerbitkan L'Almanacco Illustrato del Calcio Italiano (Panduan Ilustrasi Sepakbola Italia). Di tahun yang sama mereka merilis koleksi stiker Piala Dunia pertamanya dan untuk kali pertama juga merilis dengan beragam bahasa untuk dijual di luar Italia.

Sejak saat itu Panini terus menjadi rekan FIFA sebagai perusahaan penerbit buku koleksi striker dan trading card. Sampai ke Piala Dunia 2018 di Rusia yang saat ini masih berlangsung.

Panini telah mengeluarkan album edisi khusus Piala Dunia 2018. Untuk melengkapi album Panini, Anda harus mengumpulkan semua stiker dengan membeli paket stiker. Satu paket tersebut terdiri atas lima stiker yang bersifat acak.

Selama perhelatan Piala Dunia ini, penjualan stiker Panini mudah ditemukan di toko-toko yang menjual merchandise resmi di seluruh Rusia. Atau kalau Anda sulit menemukannya, maka datang saja ke fan shop di fan fest Moskow. Di Indonesia, koleksi striker Panini untuk Piala Dunia 2018 bisa didapat di beberapa toko online.

Panini yang Tak Pernah MatiFoto: M Resha Pratama/detikSport


Untuk membeli satu paket stiker, Anda harus mengeluarkan uang sekitar 500 rubl (Rp 125 ribu) dan 400 rubl (Rp 100 ribu) untuk albumnya. Namun, apakah dengan membeli sebanyak-banyaknya paket stiker maka Anda akan bisa melengkapi album? Belum tentu.

Menurut penelitian dari seorang profeso matematikan asal Cardiff University, Paul Harper, seseorang butuh merogoh kocek sekitar 773 pound sterling (Rp 14 juta) untuk membeli 4,832 stiker atau sekitar 967 paket. Itu pun, ada kemungkinan Anda bisa mendapatkan stiker yang sama berulang kali.

"Sebenarnya biaya yang harus dikeluarkan hanyalah Rp 2,1 juta dari membeli 137 kotak stiker, namun itu tidak mungkin. Ada triknya yakni bermain dengan orang lain, maka kamu bisa bertukar stiker. Jika kamu bermain dengan sepuluh orang, biaya yang akan kamu keluarkan hanya Rp 4,7 juta," tutur Harper seperti dikutip Independent beberapa waktu lalu.



Tapi, mengoleksi atau mengumpulkan stiker seperti itu pun juga butuh keberuntungan. Mungkin itulah yang didapat oleh seorang pria asal Peru, Luis Miguel, yang punya dua album Panini Piala Dunia 2018 dalam kondisi tersisi lengkap.

Saat detikSport menemuinya di Fan Fest Sparrow Hills, Luis tampak serius melihat catatannya dan menghitung lagi stiker mana saja yang didapatnya berkali-kali. Meski sudah mengumpulkan dua album lengkap, Luis rupanya masih punya dua gepok stiker Panini yang belum ditempel di album.

Luis dengan koleksi Panini-nya yang sudah terkumpul penuhLuis dengan koleksi Panini-nya yang sudah terkumpul penuh Foto: M Resha Pratama/detikSport


"Saya mengumpulkan stiker ini sudah beberapa bulan terakhir. Saya sebenarnya sudah punya dua album lengkap, tapi satunya saya jual ke orang Jepang yang tertarik memilikinya," tutur Luis.

Lalu, berapa harga yang dipasang oleh Luis? Menurut penuturannya, orang Jepang itu membeli dengan harga 350 dolar AS atau sekitar Rp 5 juta rupiah. detikSport pun lantas coba menawar satu album panini miliknya yang tersisa.

"Wah, ini kebetulan akan saya koleksi. Tapi kalau ada yang menawar tinggi, tentu akan saya lepas. Mengoleksi ini mengasyikkan," sambung Luis.

Untuk Piala Dunia 2018 ini, Panini mengeluarkan edisi koleksi versi digital. Stiker dan pertukaran kartu dapat dilakukan melalui aplikasi. Meski zaman telah berkembang dengan cepat, toh penjualan sticker cetak mereka masih tinggi. Panini malah mengklaim, sebagaimana diberitakan Sports Illustrated, kalau angka penjualan mereka di tahun ini tidak menunjukkan tanda-tanda menurun.
(mrp/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed