DetikSepakbola
Selasa 10 Juli 2018, 18:58 WIB

Laporan Dari Rusia

Kaliningrad: Permata Laut Baltik yang Terasing dari Rusia

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Kaliningrad: Permata Laut Baltik yang Terasing dari Rusia Foto: M Resha Pratama/detikSport
Jakarta - Secara geografis, Kaliningrad terpisah dengan Rusia. Diapit beberapa negara, Kaliningard adalah permata di tepi Laut Baltik.

Kaliningrad jadi satu-satunya provinsi Rusia yang terlepas dari wilayah utama negara tersebut. Alih-alih menyatu, Kaliningrad malah berada di tepian laut baltik dan diapit oleh Polandia serta Lithuania.

Jarak Kaliningrad ke kota terdekat Rusia adalah 483 km. Padahal untuk ke Lithuania warga Kaliningrad hanya harus menempuh perjalanan 112,6 km dan cuma 48,2 km kalau mau plesiran ke Polandia. Saking terpisahnya Kaliningrad, kota ini tak pernah masuk dalam prakiraan cuaca di televisi nasional.

Berada jauh dari Rusia membuat Kaliningrad lebih terasa sebagai kota-kota lain Eropa ketimbang berada di bawah kekuasaan Vladimir Putin. Warga Kaliningard dengan mudah dan sangat aktif berpergian ke negara tetangga. Sebanyak 70% warga Kaliningrad punya paspor, jauh di atas rata-rata kepemilikan paspor Rusia yang hanya 30%.

Mural Lev Yashin di salah satu sisi jalan KaliningradMural Lev Yashin di salah satu sisi jalan Kaliningrad Foto: M Resha Pratama/detikSport




Maka tak mengherankan kalau di setiap akhir pekan terlihat antrean panjang pada pintu-pintu perbatasan.

Orang-orang menyebut Kaliningrad sebagai 'Miniatur Rusia' karena luasnya diibaratkan hanya seujung kuku dari Rusia. Kaliningrad sendiri awalnya memang bukan milik Rusia melainkan Jerman sebelum adanya invasi Stalin ke kota tersebut. Sejarah panjang Kaliningrad diawali pada sekitar abad XIII saat wilayah itu mulai dibangun dan kemudian menjadi ibukota Prusia Timur.

Tak mengherankan kalau warisan budaya Jerman masih sangat terasa di kota tersebut, yang salah satunya ditandai dengan katedral serta kastil abad pertengahan. Di antara deretan bangunan klasik itu, tersebar banyak taman di seantero kota.

Taman-taman hijau itulah yang mempercanti kota tersebut. Meski demikian, kesan Rusia juga terasa di kota tersebut di mana beberapa bangunan berbentuk kotak dan monoton masih mendominasi. Bagi Anda para penikmat sejarah dan arsitektur, rasa-rasanya kota Kaliningrad bakal jadi tujuan yang pas.

Kaliningrad: Permata Laut Baltik yang Terasing dari RusiaFoto: M Resha Pratama/detikSport


Apalagi Kaliningrad tak begitu luas dan Anda bisa mengeksplorasi lebih dalam tentang kota ini dengan menggunakan bus, trem, atau berjalan kaki. Ada beberapa tempat mengasyikkan yan bisa Anda kunjungi di Kaliningrad ini.



Gothic Catedral, gereja peninggalan tahun 1933 ini dibangun dengan bahan dasar bata merah yang dipenuhi ornamen dan patung yang sangat cantik. Katedral ini lantas dijadikan tempat konser selain rumah peribadatan umat Kristen Lutheran dan Ortodoks.

Di seberang Gothic Catedral, ada Honey Bridge. Ini adalah jembatan tertua di Kaliningrad dan di sebelahnya ada Fish Village yang jadi tempat berkumpul banyak wisatawan. Anda pun bisa menemukan dengan mudah hotel, kafe, restoran, dan toko-toko berjejeran di area tersebut.

Karena diapit beberapa negara Eropa, tak sulit mencari makanan ala Eropa di sini. Bahkan makanan asal Asia juga bisa saya temukan saat menyambangi kota ini dalam bagian peliputan Piala Dunia 2018.

Seperti kota-kota klasik pada umumnya, Kaliningrad juga memiliki banyak museum yang Anda bisa kunjungi, dari mulai World Ocean Museum, Amber Museum, serta History & Art Museum. Lalu ada juga beberapa benteng dan monumen, mulai dari Dohna Tower sebagai menara tertua hingga Friedland Gate yang memuat peta 13 gerbang masuk Kaliningrad.

Kaliningrad: Permata Laut Baltik yang Terasing dari RusiaFoto: M Resha Pratama/detikSport




Oiya, ada satu lagi yang unik dari Kaliningrad yakni terkait suhu udaranya. Jika rata-rata suhu udara kota-kota di Moskow berkisar 25-30 derajat celcius karena sudah masuk musim panas, di Kaliningrad pada pekan pertama Juli masih diselimuti hawa dingin.

Bahkan hujan mengguyur seharian sebelum pertandingan Spanyol kontra Maroko Senin lalu. Suhu rata-rata masih berkisar di bawah 20 derajat celcius, sekitar 14-15 derajat.
(mrp/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed