Diperkirakan ada 1,5 juta warga asing datang ke Rusia selama gelaran Piala Dunia 2018. Salah satu industri yang terkena dampak besar dari kedatangan suporter itu adalah hotel dan penginapan.
Karena permintaan mendadak luar biasa tinggi sementara ketersediaan barang sama, maka hukum ekonomi pun berlaku. Biaya sewa penginapan (hotel, apartemen, sampai asrama) naik gila-gilaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum kondisi tersebut terjadi di Sochi, Kaliningrad, Saint Petersburg, dan kota-kota tuan rumah lainnya yang detikSport datangi selama Piala Dunia 2018 ini.
Termasuk, tentu saja, Moskow. Menurut penuturan salah satu warga, Muhammad Uzha, apartemennya yang terletak di daerah Universitet (Universitas Negeri Moskow) banyak diminati karena sangat strategis.
Muhammad menuturkan dirinya baru saja selesai menyewakan ke warga Arab Saudi dan Amerika Serikat dengan tarif 250 dolar AS per malam atau sekitar Rp 3,5 juta!
"Banyak orang yang menawar apartemen saya. Telepon tidak berenti berdering sejak kosong awal bulan ini. Apartemen saya letaknya di pusat kota dan tak jauh dari Metro (kereta bawah tanah)," ujar Muhammad sambil tertawa.
Meski begitu, Pemerintah Rusia nyatanya tidak tinggal diam melihat aksi ambil untung gila-gilaan pemilik Hotel dan Apartemen ini. Melalui badan pengatur regulasi bernama Rospotrebnadzor, hotel dan pemilik apartemen bisa dikenakan denda jika menaikkan tarif terlalu tinggi.
Menurut informasi yang didapat, ada sekitar 198 badan hukum dan 181 orang yang dikenakan denda karena berbuat demikian. Nilai denda tertinggi disebut-sebut mencapai Rp 1,4 M!
'Saksikan Konser Piala Dunia Malam Ini!'
(mrp/din)












































