DetikSepakbola
Rabu 11 Juli 2018, 18:32 WIB

Sedapnya Plov, Nasi Goreng Kambing ala Rusia

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Sedapnya Plov, Nasi Goreng Kambing ala Rusia Beragam kuliner Rusia (M Resha Pratama/detikSport, taken with OPPO F7)
Jakarta - Terbuat dari nasi dengan irisan besar daging sapi, plov sedikit menghapus kerinduan pada Indonesia. Bisa dibilang ini adalah nasi goreng kambing alas Rusia.

Saya berkesempatan merasakan merasakan sedapnya plov saat mampir di sebuah rumah makan di wilayah Ilinski Bulvar, pinggiran Kota Moscow. Wilayah tersebut dikenal sebagai tempat bermukimnya warga keturunan Uzbekistan dan Tajikistan. Rumah makan yang saya kunjungi pun milik warga keturunan Uzbekistan.

Plov adalah hidangan pertama yang disajikan di meja kami, dari total empat menu yang kami pesan saat itu. Plov menjadi pesanan utama karena cerita sang pelayan soal makanan itu membuat kami tertarik.

Sedapnya Plov, Nasi Goreng Kambing ala RusiaPlov yang mengingatkan saya dengan nasi goreng kambing di Jakarta (M Resha Pratama/detikSport, taken with OPPO F7)


Meski terkendala bahasa, kami tahu dari cerita si pelayan kalau plov berbahan dasar nasi. Itu sudah cukup menarik lantaran kerinduan bertemu nasi sudah lama dirasakan di Rusia ini. Antusiasme kami bertambah saat si pelayan menceritakan biasanya plov dihidangkan dalam acara-acara besar di Rusia.

Hidangan utama yang terbuat dari nasi, potongan daging sapi, parutan wortel, dan bawang bombai. Bentuknya seperti nasi goreng dan sedikit mirip rasanya dengan nasgor kambing di Jakarta.

Jika Anda kangen dengan mie, maka Rusia-Uzbekistan punya makanan sejenis yakni norin dan lagman, hidangan berbasis mie yang disajikan dengan kuah merah dan daging sapi. Kuah merah itu berasal dari tomat yang memang jadi bumbu utama masakan masyarakat di sana.

NorinNorin yang mengundang selera (M Resha Pratama/detikSport, taken with OPPO F7)


Lalu ada juga shakarap, salad yang berisikan tomat dan bawang yang diiris tipis dengan garam serta lada. Nah, hidangan utama adalah Shashlik, daging domba atau sapi yang ditusuk menggunakan besi dan dipanggang. Satu besi biasanya berisikan daging sekitar 250 gram.

Nah, untuk minuman khas Uzbekistan, saya memilih teh hitam yang dipadukan dengan gula pasir berbentuk kotak. Rasanya, mirip-mirip dengan yang ada di Indonesia.

Soal harga pun terbilang ramah di kantong karena rata-rata makanan yang dijual dibanderol sekitar 250 rubl hingga 450 rubl. Dalam rupiah bernilai sekitar 55 ribu hingga 100 ribu.

Banyak penjual makanan ini berasal dari Uzbekistan atau Tajikistan yang beragama Islam. Jadi kalau berkunjung ke Rusia, jangan khawatir untuk mencari makanan yang halal, ya!

Menikmati makanan khas Rusia di tengah Piala Dunia 2018Menikmati makanan khas Rusia di tengah Piala Dunia 2018 (M Resha Pratama/detikSport, taken with OPPO F7)

(mrp/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed