Marouane Fellaini belakangan menjadi salah satu kartu Manchester United untuk merusak fokus pertahanan lawan. Namun, Chelsea punya cara untuk mematikan Fellaini.
Dalam formasi 4-3-3 yang diterapkan Louis van Gaal, Fellaini dimainkan sebagai gelandang sebelah kiri, membentuk pola segitiga dengan Ander Herrera berada di kanan dan Michael Carrick berada di belakang keduanya, berdiri tepat di depan empat bek United.
Namun, pada praktiknya Fellaini tidak berdiri statis di lini tengah. Gelandang asal Belgia tersebut kerap maju untuk menyambut umpan silang di kotak penalti lawan. Ini membuat Fellaini seolah-olah menjadi "penyerang kedua" United setelah Wayne Rooney.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

formasi United di beberapa laga terakhir dengan Fellaini sebagai gelandang sebelah kiri
Kolumnis Guardian yang juga penulis buku sejarah taktik sepakbola "Inverting The Pyramid", Jonathan Wilson, menyebut role Fellaini sebagai "deep-lying target man". Dia tidak hanya diserahi tugas untuk menyambut umpan di kotak penalti, tetapi kerap juga menjadi target dari umpan yang dilepaskan dari lini belakang.
Dengan berdiri sebagai "deep-lying target man", Fellaini punya momentum untuk berlari dan menyambut umpan silang dengan sundulan. Ini menghadirkan keuntungan tersendiri atas bek tengah lawan, mengingat si bek hanya berdiri statis --tidak berlari-- sebelum menghalau umpan.
Fellaini biasanya akan menyasar area tiang jauh ketika menyambut umpan. Pada beberapa kesempatan, dia akan berlari masuk dari lini kedua sebelum melakukan sundulan. Salah satu contohnya adalah pada laga melawan Stoke City di Old Trafford, di mana United menang 2-1.
Salah satu cara mematikan Fellaini adalah dengan memasang seorang gelandang bertahan untuk menjaganya. Namun, hal ini gagal dilakukan dengan baik oleh Yaya Toure pada derby Manchester akhir pekan lalu. Toure bahkan kerap berdiri terlalu jauh dari Fellaini.
Imbasnya, bek tengah City, Martin Demichelis, menjadi maju untuk memberikan pengawalan terhadap Fellaini. Pergerakan Demichelis ini pun meninggalkan lubang di jantung pertahanan City.
Pergerakan Fellaini di sisi kiri memang kerap menjadi masalah bagi siapa pun yang berada di sisi kanan. Di sisi tersebut, dia membentuk pola segitiga lainnya bersama dengan Daley Blind dan Ashley Young. Selain, menerima umpan panjang, Fellaini juga kerap menjadi pemain ketiga yang saling bertukar operan dengan Blind dan Young.
Bagaimana ketika United menghadapi Chelsea Sabtu (18/4) ini? Chelsea punya modal untuk mematikan Fellaini. Idealnya, dua pos gelandang Chelsea yang berdiri di depan empat bek bakal ditempati oleh Nemanja Matic dan Cesc Fabregas.
Masalahnya, Matic adalah pemain dengan kaki kidal dan kerap diposisikan di sebelah kiri. Ini membuat Fabregas yang berdiri di sisi kanan bisa berhadapan langsung dengan Fellaini.

posisi Matic dan Fabregas pada formasi Chelsea
Pada pertemuan pertama antara United dan Chelsea musim ini, Fellaini dan Fabregas saling berhadapan di lini tengah. Namun, yang terjadi adalah Fellaini yang mematikan Fabregas dan bukan sebaliknya.
Matinya Fabregas pada pertandingan tersebut bisa dilihat dari catatan operannya. Sepanjang 90 menit, Fabregas hanya membuat 40 operan (dengan 33 di antaranya menjadi operan sukses). Jumlah yang terbilang minim untuk Fabregas waktu itu, yang pada paruh pertama musim seakan tidak berhenti memberikan assist.
Jika Fabregas kembali dimainkan di sebelah kanan pada laga Sabtu nanti, masalah yang sama bisa terulang. Repotnya lagi, Fabregas bakal berdiri sendirian karena Matic berada di sisi kiri.
Eks bek Liverpool, Jamie Carragher, pun menyodorkan satu cara untuk mematikan Fellaini. Menurut Carragher, Chelsea bisa memainkan satu bek tengah ekstra untuk khusus mengawal Fellaini, dan "bek tengah ketiga" itu adalah Kurt Zouma.
Jika Zouma dimainkan, dan Fabregas tetap ada dalam starting XI, ada kemungkinan Jose Mourinho harus mengorbankan satu pemain lagi. Maka, ada kemungkinan Fabregas dimainkan sedikit lebih ke depan dan Oscar dicadangkan untuk sementara.
Selain Zouma, bisa juga memainkan Ramires sebagai gelandang untuk menemani Matic. Namun, Ramires juga bisa dimainkan sebagai sayap kanan menggantikan Willian. Dengan demikian, Ramires bisa melakukan tracking-back dan membantu Branislav Ivanovic menghambat serangan dari sisi kiri United.

formasi Chelsea jika memainkan Zouma
Eks bek United, Gary Neville, juga menyetujui usul Carragher. Dalam acara Monday Night Football yang disiarkan Sky Sports, Neville mencontohkan bagaimana pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, memainkan Nabil Bentaleb ditugaskan khusus untuk mematikan Fellaini.
Dalam analisis detikSport, ketika Bentaleb tak cukup juga untuk mematikan Fellaini, Pochettino memasukkan Moussa Dembele dengan menggantikan Andros Townsend. Ketika itu Townsend bertindak sebagai sayap kanan, namun tidak begitu efektif. Pochettino akhirnya memilih menggantinya dengan Dembele untuk menambal bocor di sisi kanan timnya sekaligus mematikan pergerakan Fellaini dan Young di sisi kiri.
(roz/din)











































