Akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an merupakan periode emas tim nasional sepakbola Prancis. Di masa-masa itu, Les Bleus sukses menyapu bersih gelar internasional yang ada yaitu Piala Dunia 1998, Euro 2000 dan Piala Konfederasi 2001.
Masa keemasan Prancis sayangnya tidak bertahan lama. Penampilan Prancis justru terpuruk di babak utama empat turnamen utama yang diikuti. Catatan terburuk Prancis terjadi di Piala Dunia 2002. Kala itu Prancis sebagai notabene juara bertahan justru hancur lebur dengan kalah dari Senegal, bahkan gagal lolos dari penyisihan grup.
Piala Dunia 2006 di Jerman menjadi titik balik Prancis. Meski kembali gagal menjadi juara dunia setelah dikalahkan Italia di final, setidaknya Prancis yang waktu itu masih diperkuat Zinedine Zidane telah membuktikan pada dunia bahwa mereka masih pantas disegani.
Tanpa diperkuat Zidane, Lilian Thuram, dan Fabian Barthez yang telah pensiun, Prancis mengakhiri babak kualifikasi Grup 7 zona Eropa dengan nangkring di posisi dua klasemen akhir. Namun sukses menembus putaran final Piala Dunia 2010 usai mengalahkan Irlandia Utara dengan kontroversial.
Sebenarnya skuad besutan Raymond Domenech yang sekarang tidak jauh berbeda kualitasnya dengan era Zidane. Pemain senior Thierry Henry akan berperan sebagai kapten didukung oleh William Gallas di jantung pertahanan.
Lapangan tengah akan dikomando oleh Lassana Diarra bersama Jeremy Toulalan, Franck Ribery dan Flourent Malouda. Sementara itu barisan depan memiliki banyak opsi striker. Di antaranya Thierry Henry, Nicolas Anelka, Karim Benzema dan Andre-Pierre Gignac. .
Masa keemasan Prancis sayangnya tidak bertahan lama. Penampilan Prancis justru terpuruk di babak utama empat turnamen utama yang diikuti. Catatan terburuk Prancis terjadi di Piala Dunia 2002. Kala itu Prancis sebagai notabene juara bertahan justru hancur lebur dengan kalah dari Senegal, bahkan gagal lolos dari penyisihan grup.
Piala Dunia 2006 di Jerman menjadi titik balik Prancis. Meski kembali gagal menjadi juara dunia setelah dikalahkan Italia di final, setidaknya Prancis yang waktu itu masih diperkuat Zinedine Zidane telah membuktikan pada dunia bahwa mereka masih pantas disegani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya skuad besutan Raymond Domenech yang sekarang tidak jauh berbeda kualitasnya dengan era Zidane. Pemain senior Thierry Henry akan berperan sebagai kapten didukung oleh William Gallas di jantung pertahanan.
Lapangan tengah akan dikomando oleh Lassana Diarra bersama Jeremy Toulalan, Franck Ribery dan Flourent Malouda. Sementara itu barisan depan memiliki banyak opsi striker. Di antaranya Thierry Henry, Nicolas Anelka, Karim Benzema dan Andre-Pierre Gignac. .
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
(a2s/din)













































