Uruguay adalah salah satu dari sedikit negara yang berhasil menuai sukses di turnamen internasional macam Piala Dunia. Negara berpenduduk tak lebih dari tiga juta itu pernah dua kali menjuarai Piala Dunia dalam sejarah keikutsertaannya yakni pada Piala Dunia 1930 dan 1950.
Namun pamor Uruguay perlahan-lahan mulai meredup. Pasca menjadi juara dunia pada 1950, hasil terbaik Uruguay hanya menduduki peringkat keempat di Piala Dunia 1970. Selebihnya, enam kali mereka gagal lolos kualifikasi dan tiga kali selalu terhenti di putaran pertama turnamen.
Oscar Tabarez ditunjuk sebagai pelatih guna membenahi skuad yang pernah juarai Copa America sebanyak 14 kali itu. Tugas awal Tabarez adalah meloloskan La Celeste ke Afrika Selatan. Dan El Maestro -- julukan Tabarez -- berhasil menjalankannya, walaupun tidak mulus-mulus amat.
Sama seperti empat tahun silam, Uruguay juga tidak otomatis lolos dari babak kualifikasi dan harus melakoni pertandingan playoff. Jika terakhir mereka digagalkan Australia, kali ini Diego Forlan dkk berhasil memenangi persaingannya dengan wakil CONCACAF, Kosta Rika lewat kemenangan aggregat 2-1.
Gabungan antara pemain muda dan pemain senior seperti Diego Lugano serta beberapa pemain top yang berlaga di liga-liga utama Eropa semacam Forlan membuat Uruguay pantas untuk diwaspadai lawan. Diharapkan dengan komposisi tim yang cukup mumpuni ini, Uruguay mampu menembus babak knock out yang pertama dalam 20 tahun terakhir.
Namun pamor Uruguay perlahan-lahan mulai meredup. Pasca menjadi juara dunia pada 1950, hasil terbaik Uruguay hanya menduduki peringkat keempat di Piala Dunia 1970. Selebihnya, enam kali mereka gagal lolos kualifikasi dan tiga kali selalu terhenti di putaran pertama turnamen.
Oscar Tabarez ditunjuk sebagai pelatih guna membenahi skuad yang pernah juarai Copa America sebanyak 14 kali itu. Tugas awal Tabarez adalah meloloskan La Celeste ke Afrika Selatan. Dan El Maestro -- julukan Tabarez -- berhasil menjalankannya, walaupun tidak mulus-mulus amat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gabungan antara pemain muda dan pemain senior seperti Diego Lugano serta beberapa pemain top yang berlaga di liga-liga utama Eropa semacam Forlan membuat Uruguay pantas untuk diwaspadai lawan. Diharapkan dengan komposisi tim yang cukup mumpuni ini, Uruguay mampu menembus babak knock out yang pertama dalam 20 tahun terakhir.
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

(a2s/din)



