Swiss tak mau lagi menjadi hanya sekedar tim 'penggembira' di Piala Dunia. Di bawah kendali pelatih Ottmar Hitzfeld, Swiss siap untuk mengulang sukses pendahulunya yang pernah menginjak babak delapan besar di Piala Dunia 1934, 1938 dan 1954.
Kombinasi pemain muda berbakat sekelas Eren Derdiyok, Tranquillo Barnetta dan kiper Diego Benaglio dengan pemain kawakan Alexander Frei dan Blaise N'Kufo behasil membawa tim negeri coklat tersebut ke puncak Grup 2 kualifikasi Piala Dunia zona Eropa. Perjalanan Swiss di babak ini bisa dibilang cukup terjal.
Dua pertandingan awal Swiss dilalui dengan buruk. Menuai hasil imbang melawan Israel dan kalah 1-2 oleh tim lemah Luksemburg di kandang sendiri. Tapi Swiss berhasil bangkit dari keterpurukan. Lima laga selanjutnya dapat dilalui dengan manis. Swiss pun akhirnya dapat membalaskan dendamnya kepada Luxemburg yang dicukur dengan tiga tol tanpa balas.
Swiss akhirnya dapat menduduki singgasana sebagai pimpinan klasemen akhir grup sekaligus lolos ke putaran final Piala Dunia 2010. Meski di pertandingan penghujung hanya bermain imbang tanpa gol melawan Israel.
Hitzfeld jelas merupakan sebuah faktor besar. Der General juga tak asing dengan Swiss karena pernah berkarir sebagai pemain di sejumlah klub negara tersebut di antaranya Basel, Lugano dan Luzern. Sedangkan sebagai pelatih, Hitzfeld merupakan salah satu figur pelatih tersukses di dunia. Ia pernah terpilih sebagai 'World Coach of the Year' sebanyak dua kali dan menjadi pelatih yang menjuarai Liga Champions di dua klub yang berbeda selain Ernst Happel.
Di Piala Dunia 2010, Alexander Frei yang merupakan top skorer Swiss tetap akan menjadi tulang punggung. Striker pengoleksi 40 gol tersebut akan berduet dengan Blaise N'Kufo yang telah menunjukkan produktivitasnya saat dipasangkan dengan Frei.
Kombinasi pemain muda berbakat sekelas Eren Derdiyok, Tranquillo Barnetta dan kiper Diego Benaglio dengan pemain kawakan Alexander Frei dan Blaise N'Kufo behasil membawa tim negeri coklat tersebut ke puncak Grup 2 kualifikasi Piala Dunia zona Eropa. Perjalanan Swiss di babak ini bisa dibilang cukup terjal.
Dua pertandingan awal Swiss dilalui dengan buruk. Menuai hasil imbang melawan Israel dan kalah 1-2 oleh tim lemah Luksemburg di kandang sendiri. Tapi Swiss berhasil bangkit dari keterpurukan. Lima laga selanjutnya dapat dilalui dengan manis. Swiss pun akhirnya dapat membalaskan dendamnya kepada Luxemburg yang dicukur dengan tiga tol tanpa balas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hitzfeld jelas merupakan sebuah faktor besar. Der General juga tak asing dengan Swiss karena pernah berkarir sebagai pemain di sejumlah klub negara tersebut di antaranya Basel, Lugano dan Luzern. Sedangkan sebagai pelatih, Hitzfeld merupakan salah satu figur pelatih tersukses di dunia. Ia pernah terpilih sebagai 'World Coach of the Year' sebanyak dua kali dan menjadi pelatih yang menjuarai Liga Champions di dua klub yang berbeda selain Ernst Happel.
Di Piala Dunia 2010, Alexander Frei yang merupakan top skorer Swiss tetap akan menjadi tulang punggung. Striker pengoleksi 40 gol tersebut akan berduet dengan Blaise N'Kufo yang telah menunjukkan produktivitasnya saat dipasangkan dengan Frei.
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||














































