Benturan Inggris-Argentina di PD 1966

Sensasi Piala Dunia (2)

Benturan Inggris-Argentina di PD 1966

- Sepakbola
Rabu, 17 Mei 2006 14:20 WIB
Benturan Inggris-Argentina di PD 1966
Jakarta - Rivalitas Inggris dan Argentina merupakan salah satu perseteruan terbesar dalam perjalanan sepakbola dunia. Sejarah "permusuhan" dua negara ini sudah lahir di Inggris saat digelar Piala Dunia 1966.Di tahun Inggris menjadi juara dunia untuk kali pertama itu memang bisa dibilang menjadi asal muasal perseteruan dua negara yang punya tradisi sepakbola yang sangat kental itu. Bahkan hingga kini percikan-percikan api sering muncul saat kedua tim bergesekan di atas lapangan.Pasca insiden tahun 1966 itu, setiap The Three Lions berhadapan dengan Albiceleste selalu meninggalkan peristiwa yang kemudian menghiasi headline media-media bukan hanya di kedua negara. Ingat bagaimana gol tangan tuhan Diego Maradona di Meksiko 1986 dan sandiwara David Beckham dan Diego Simeone di Prancis 1998?Namun di antara berbagai gesekan yang terjadi antara kedua negara tersebut, yang terjadi tahun 1966 silam mungkin pantas disebut benturan -- bukan lagi sekedar gesekan. Peristiwa itu terjadi di babak perempatfinal saat Inggris unggul 1-0 lewat gol striker Geoff Hurst di menit 77.Bukan kekalahan Argentina yang memicu insiden. Peristiwanya terjadi 10 menit sebelum babak pertama usai saat kapten Argentina, Antonio Rattin, diganjar kartu merah oleh wasit Rudolf Kreitlein. Saat itu wasit menganggap Rattin mengeluarkan kata-kata kasar. Hal inilah yang kemudian menuai protes dari kubu Argentina. Apalagi kemudian diketahui kalau wasit ternyata tak bisa berbahasa Spanyol yang memang merupakan bahasa nasional di Argentina.Rattin sendiri tak menerima dikartu merah wasit. Menurutnya wasit asal Jerman itu terlalu memihak Inggris, ia pun menolak meninggalkan lapangan. Ya, meski sudah diganjar kartu merah, gelandang yang saat itu memperkuat Boca Juniors itu tak mau beranjak dari lapangan hijau.Butuh waktu 10 menit untuk memaksa Rattin angkat kaki, itupun bisa dilakukan dengan bantuan pihak kepolisian(!). Bahkan disebutkan, saat berjalan ke ruang ganti pemain Rattin sempat duduk di karpet merah yang digunakan Ratu Inggris demi meluapkan rasa frustasinya.Insiden ternyata tak berhenti sampai di situ. Setelah pertandingan yang berlangsung sangat kotor itu usai, pelatih Inggris Alf Ramsey, melarang pemainnya melakukan tradisi bertukaran kostum dengan pemain Argentina. Ramsey bahkan sempat berlari hampir 19 meter saat melihat George Cohen akan bertukar kaus dengan Alberto Gonzalez. "George, kamu tak akan bertukar kaus dengan binatang itu," seru Ramsey pada Cohen. Bahkan saat konfrensi pers, pelatih bernama lengkap Sir Alfred Ernest Ramsey itu menyebut lawannya sebagai "animal".Peristiwa ini tentu saja membuat geram publik Argentina. Bahkan salah satu suratkabar Argentina memuat gambar maskot Piala Dunia 1966, Willie, dengan berkostum pembajak, sebagai gambaran kekesalan mereka terhadap tim Inggris."Saya langsung tahu, kapanpun saya bisa mengalahkan Argentina saya harus siap terjatuh, berbenturan badan dengan keras, diludahi atau diseret jatuh ke lapangan," begitu komentar legenda Inggris, Bobby Charlton, yang juga memperkuat Inggris di pertandingan tersebut soal tim Argentina.Foto: Sir Alf Ramsey (kiri) mempersembahkan gelar juara dunia buat Inggris setelah antara lain menaklukkan Argentina dalam pertandingan 'kotor' di perempatfinal. (mightyleeds) (din/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads