Polisi Simpatik, Fans Segan

Polisi Simpatik, Fans Segan

- Sepakbola
Kamis, 01 Jun 2006 16:40 WIB
Polisi Simpatik, Fans Segan
London - Piala Dunia 2006 ingin bebas kerusuhan? Perbanyaklah jumlah polisi yang bisa bersikap ramah. Percaya atau tidak keramahan polisi menjadi kunci perilaku fans sepakbola. Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan karena merupakan hasil dari sebuah penelitian yang dilakukan akademisi Inggris di Euro 2004 Portugal. Pada perhelatan besar yang digelar bulan Juni dan Juli 2004 itu, tidak terjadi pelanggaran serius yang terjadi. Satu-satunya kejadian serius adalah saat fans Inggris membuat keonaran di daerah resort, Albufeira. Tapi ketika itu hanya 50 orang fans ditangkap. Jumlah tersebut jauh lebih kecil jika dibandingkan dua event besar yang digelar sebelumnya, yakni di Piala Dunia 1998 Prancis dan Euro 2000 Belanda/Belgia. Ketika itu kurang lebih seribu pendukung Inggris harus merasakan dipenjara. Minimnya jumlah kerusuhan fans Inggris di Portugal rupanya bukan tanpa alasan. Berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh University of Liverpool School of Psychology dan telah dipublikasikan sejak bulan November 2005 itu, perilaku manis fans tidak terlepas dari tindak-tanduk polisi Portugal yang low profile. Selama ini para fans Inggris yang berkelana ke luar negeri selalu dicap perusuh. Oleh karena itu kerap kali mereka mendapatkan pengawalan ekstra ketat yang cenderung kasar dari para polisi. Namun di Portugal mereka justru dihadapkan pada para polisi yang simpatik dan tidak segan berbaur dengan para fans. "Karena sikap para polisi, para fans Inggris malah menjadi polisi untuk mereka sendiri. Dan proses psikologi sosial seperti itu yang mencegah keributan terjadi," demikian ungkap ketua peneliti Clifford Stott seperti dilansir Reuters, Kamis (1/6/2006).Kebijakan Policia de Seguranca Publica (PSP) yang menempatkan polisi yang low profile terbukti berhasil di kota-kota besar Portugal, termasuk kota Lisbon dan Coimbra yang menjadi tuan rumah partai-partai Inggris ketika itu. Sayang di beberapa kota yang tak dijaga oleh PSP tidak dilakukan kebijakan yang sama. Di Albufeira, Guarda Nacional Republicana (GNR) justru menerjunkan tim huru-hara. Kebijakan polisi Portugal terbukti sukses menekan angka kerusuhan di Euro 2004. Akankah kebijakan itu ditiru polisi Jerman? Ya. Tapi akankah menurunkan angka kerusuhan? Kita nantikan saja. Foto: Polisi menghalau hooligan dengan cara yang simpatik (ist) (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads