Tren 'Retro' Kostum Piala Dunia
Selasa, 06 Jun 2006 12:30 WIB
Berlin - Beberapa tim menggunakan perancang terkenal untuk mendesain kostum Piala Dunianya. Namun beberapa tim lain justru memilih model kostum yang sempat mereka gunakan beberapa tahun silam. Ngetop-nya, bergaya retro.Inggris dan Italia adalah dua kontestan Piala Dunia 2006 yang menggunakan jasa perancang busana kondang Dolce and Gabbana dan Giorgio Armani untuk mendesain kostum di dalam dan di luar lapangan. Namun tren yang berbeda justru terjadi di lebih banyak tim yang ternyata lebih memilih untuk "back to basic" pada kostum mereka.Belanda adalah salah satu tim yang paling "ortodok" dengan kostumnya. Nike yang mensponsori perlengkapan pasukan Marco van Basten benar-benar membuat sebuah jersey yang akan mengingatkan kita pada kostum-kostum lama tim Oranje dengan kerah yang tinggi dan warna oranye terang yang tanpa corak sama sekali.Hal yang sama terjadi buat kostum Iran. Puma memberikan kostum dengan warna putih polos dengan hanya terpampang logo Puma di sisi kanan atas dan I.R.I.F.F. di kiri atas. Juga kostum kedua Mehdi Mahdavikia cs yang cuma berwarna merah menyala tanpa "hiasan" apapun.Gaya retro juga bisa dilihat pada kostum yang dipakai Raul Gonzalez. Warna dasar merah yang dikombinasikan dengan garis-garis kuning yang tegas akan mengingatkan kita pada kostum yang dipakai "Tim Matador" di awal era 1980-an."Saya pikir ada lebih banyak tekanan untuk mendesain sebuah kostum yang bisa dikenang cukup lama saat digunakan di Piala Dunia," sahut seorang editor majalah mode pria Esquire, Mark Hooper, seperti diberitakan Yahoosport, rabu (6/6/2006).Bersebrangan dengan trend retro yang banyak dipakai banyak tim, beberapa negara menampilkan corak-corak tegas di kostumnya. Inggris "menempelkan" dua garis merah di lengan kanannya yang merujuk pada bendera St George Cross. Juga pada kostum Kroasia yang terang-terangan "menjiplak" bendera kotak-kotak berwarna merah ke kostumnya.Diakui Hooper, merancang sebuah kostum nasional tidaklah mudah. Ada tanggung jawab besar dalam mendesainnya dan memastikan kalau fans juga tak kecewa dengan rancangan yang diberikan."Ada tanggung jawab besar buat para desainer kostum Piala Dunia karena musim panas ini banyak fans akan mengenakan kostum rancangan mereka dan mereka pasti akan mengecewakan begitu banyak orang jika merancang kostum yang buruk," tambah Hooper.Foto: Jersey Raul Gonzalez di Piala Dunia 2006 mengingatkan kita pada seragam Spanyol di awal era 1980-an (uefa). (din/)











































