Di Makassar, Warga Pasang Bendera Tim Favorit

Di Makassar, Warga Pasang Bendera Tim Favorit

- Sepakbola
Selasa, 06 Jun 2006 16:17 WIB
Di Makassar, Warga Pasang Bendera Tim Favorit
Makassar - Beginilah kalau masyarakatnya gila bola tapi negaranya tak pernah ikut Piala Dunia. Di Makassar, sebagian warga memasang bendera tim-tim favorit Piala Dunia 2006 di depan rumahnya.Pemandangan unik itu dapat dijumpai di Jl. Titang, Kelurahan Balana, Kecamatan Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan. Dikatakan warga, ini sudah jadi kebiasaan warga setempat setiap menjelang Piala Dunia, terutama sejak Piala Dunia 1994.Dari pengamatan detiksport, Selasa (6/6/2006), tampak bendera Brasil, Inggris, dan Italia mendominasi di sejumlah rumah warga. Tapi ada juga sejumlah negara lain seperti Arab Saudi, Ukraina, Swedia, dan Swiss."Semua negara ada, kecuali Amerika Serikat. Warga bolah memfavoritkan apa saja, asal jangan Amerika," ujar seorang warga bernama Parawangsa.Dituturkannya, warga ramai-ramai akan menurunkan bendera Amerika jika ada yang mengibarkannya. "Ini sudah jadi kesepakatan. Meskipun sepak bola bukan politik, tapi susah sekali menghilangkan rasa anti-amerika," tuturnya.Yang Menang Terus BerkibarSelain larangan memasang bendera AS, aturan lain yang disepakati adalah warga yang tim favoritnya tersingkir harus segera menurunkan bendera tim tersebut. Sebaliknya, yang menang terus bisa bertahan sampai final."Dari dulu memang aturannya seperti itu. Jadi dengan melihat bendera yang berkibar, kita sudah tahu negara-negara mana yang hebat di Piala Dunia kali ini," tukas Parawangsa.Pemajangan bendera negara favorit di depan rumah ini menguntungkan Yayat, tukang jahit yang tinggal di wilayah ini. Untuk bisa mendapatkan bendera negara favorit, tiap warga cukup membayar Rp 25 ribu. "Sebenarnya saya awalnya tidak mengenakan tarif, tapi warga sendiri yang inisiatif memberi," tutur Yayat. Selain memasang bendera, "tradisi" lain dari warga daerah ini adalah menggelar acara nonton bareng bahkan bursa taruhan.Lalu, adakah yang mengibarkan bendera "Merah-Putih"? Tentu saja tidak karena Indonesia tidak lolos ke Jerman. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads