Dari Saham Pindah ke Judi Bola?
Kamis, 08 Jun 2006 14:35 WIB
Jakarta - Ajang Piala Dunia memang sangat menggiurkan untuk dijadikan lahan berjudi. Di lantai bursa, para pemain saham pun bisa saja melepas portofolio sahamnya dan beralih ke judi bola. Benarkah?"Ya pasti ada. Kalau investor yang spekulan, ajang itu pasti dijadikan target," ujar Alfiansyah, analis dari Sinar Mas Sekuritas dalam perbincangannya dengan detikcom, Kamis (8/6/2006).Soal perpindahan dana para pemain saham ke judi bola ini juga diamini oleh analis dari Kuo Capital, Edwin Sinaga. "Isunya memang seperti itu," ujarnya.Baik Edwin maupun Alfiansyah mengaku bahwa perpindahan 'investasi' ke judi bola itu umumnya hanya dilakukan oleh investor perorangan, bukan institusi. Namun keduanya mengaku tidak memiliki data pasti soal berapa dana yang berpindah ke judi bola itu."Kalau investment fund tidak mungkin terlalu berspekulasi dengan berjudi," ujar Edwin."Kalau di Piala Dunia memang risikonya jauh lebih tinggi di saham. Kecenderungannya yang main perorangan yang dananya tidak terlalu mempengaruhi pasar saham. Yang gede kan dari institusi," tambah Alfiansyah.Namun keduanya sepakat bahwa perpindahan dana ke judi bola itu bukanlah faktor utama yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menerus terpuruk. "Yang real menurunkan IHSG adalah faktor regional," tegas Alfiansyah.Berdasarkan data, saat ajang Piala Dunia memang tak selalu linier dengan penurunan indeks. Memang pada saat Piala Dunia tahun 2002 digelar, IHSG sempat turun sekitar 20 poin. Namun saat piala dunia tahun 1998, IHSG justru naik. "Jadi memang tidak bisa jadi patokan," tandas Alfiansyah. (a2s/)











































