Brasil Jadi Favorit Orang Jerman dan Prancis
Senin, 12 Jun 2006 11:35 WIB
Frankfurt - Menjagokan sebuah tim di Piala Dunia 2006 tak ada pengaruhnya dengan kebangsaan. Buktinya, banyak orang Jerman dan Prancis mendukung Brasil di perhelatan akbar itu. Terselip di antara pendukung-pendukung sejati, namun ada juga sebagian orang yang menjagokan tim yang bukan negaranya sendiri. Memang bukan hal aneh jika, ada orang Jerman mendukung timnas Inggris ataupun orang Perancis mendukung Brazil. Alhasil bisa dikatakan, tak ada gap dalam sepakbola."Sepakbola tak ada kaitan dengan politik atau nasionalisme. Kalau memang permainannya bagus, tentu tidak salah kita jagokan tim yang bukan negara sendiri," tutur Ruben Halm, seorang warga kota Frankfurt seperti dilansir situs resmi FIFA.Ucapan Halm terbukti. Pada pertandingan pembuka antara Jerman melawan Kosta Rika pada 9 Juni lalu terlihat beberapa orang Jerman menggunakan kaos dan membawa bendera Brasil. Kendati tim kesayangangannya tak bermain saat itu. "Saya mendukung Brasil. Saya pikir banyak orang mendukung tim juara dunia itu," kata Renaud Hours yang berprofesi sebagai manajer bidang perdagangan di PostBank. PostBank sendiri adalah salah satu sponsor di Piala Dunia 2006 yang berlangsung hingga 9 Juli nanti.Tak hanya warga Jerman yang menyukai Brasil, orang Prancis yang notabene timnya rival kuat Brasil pun menggilai aksi tim Samba. Menurut Christian Salk, warga kota Paris yang datang ke Jerman sebagai seorang fans Brasil menyatakan dirinya memfavoriti Brasil karena kualitas pemain bintangnya. "Ronaldinho, Ronaldo, dan Kaka adalah pemain berkualitas. Saya dukung mereka, tapi bukan berarti tidak cinta negara saya. Saya hanya ingin profesional," kata pria berusia 30 tahun itu.Salk punya alasan kuat menjagokan Brasil, bukannya Les Blues. Menurutnya, tim Prancis kurang ia minati akibat banyak berisikan pemain tua, dan kurang memberikan ruang bagi pemain muda. "Kita masih melihat Zinedine Zidane dan Thierry Henry," tandasnya.Foto: Seorang fans Brasil asal Jerman tengah minta tanda tangan Ronaldinho (AFP/Vanderlei Almeida) (erk/)











































