Seruan Kibar Bendera Jerman

Seruan Kibar Bendera Jerman

- Sepakbola
Senin, 19 Jun 2006 19:03 WIB
Seruan Kibar Bendera Jerman
Berlin - Menjelang partai penyisihan terakhir melawan Ekuador seruan untuk mengibarkan bendera Jerman terus dikumandangkan. Buat negara lain kibar-mengibar bendera mungkin hal biasa. Tetapi tidak demikian dengan Jerman. Semenjak reunifikasi tahun 1990 bendera hitam, merah dan kuning seakan kehilangan pamornya. Model internasional Claudia Schiffer, misalnya, sudah menyinggung soal itu ketika mengkampanyekan Piala Dunia 2006 dengan pose bugil berselubung bendera Jerman. Namun sikap acuh warga Jerman tampaknya sedikit demi sedikit mulai terhapus. Menyusul performa apik tim Panser di dua partai terakhirnya masyarakat Jerman mulai menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap simbol negara mereka. Setelah kemenangan 1-0 melawan Polandia tanggal 15 Juni, euforia meledak di hampir penjuru Jerman. Dan di setiap perayaan di jalanan dan rumah-rumah kibaran bendera Jerman hampir tidak pernah absen. "Buat saya ini adalah sesuatu yang indah... tanda bahwa negeri ini berangsur-angsur normal, bahwa tiap individu sekarang punya kebanggaan terhadap bendera dan mau menghias badan mereka dengan itu," ucap Presiden Horst Koehler kepada Radio Koeln seperti dilansir AFP, Senin (19/6/2006). Dan menjelang partai penyisihan grup terakhir Jerman melawan Ekuador tanggal 20 Juni mendatang, seruan untuk mengibarkan bendera Jerman sebagai bentuk dukungan terhadap timnas terus dikumandangkan. "Seluruh Berlin harus menjadi lautan warna hitam, merah dan kuning," seru Frank Henkel dari Partai Kristen Demokrat (CDU). Jika Michael Ballack cs berhasil mengalahkan Ekuador, Jerman akan meraih juara grup. Juara grup akan menghindarkan tim Panser dari kemungkinan lawan berat dari Grup B di babak kedua. Foto: Fans Jerman merayakan keberhasilan timnya dengan mengibarkan bendera (AFP/John MacDougall) (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads