Portugal dan Suku Moro

Kolom

Portugal dan Suku Moro

- Sepakbola
Rabu, 21 Jun 2006 09:10 WIB
Portugal dan Suku Moro
Jakarta - Meksiko harus menang lawan Portugal. Jika tidak, maka Angola bisa mencuri kesempatan. Tapi bagaimana dari sisi kebudayaannya? Inilah laga petualang laut dengan bangsa kuno yang menyisakan jejak-jejak di gua terdalam. Selain itu, dari Portugal kita akan menemukan suku mistis Moro yang hingga kini belum tertemukan.Bagi kita, Portugal atau Portugis bukan nama asing. Negeri di semenanjung Iberia itu jejaknya menebar di mana-mana. Dari Sikka di Flores, Ambeno di pulau Timor, hingga di wilayah utara Indonesia, di selat Halmahera.Itu semua memang bermula dari Fernao de Magalhaes. Pelaut Portugis itu di tahun 1517 mengadakan kontrak dengan Raja Carlos dari Spanyol untuk mencari rempah-rempah. Mereka akhirnya mengarungi samudera, untuk menemukan pulau yang menanam tanaman langka dan mahal itu.Masa-masa itu, rempah-rempah adalah permata. Cengkeh dan sejenisnya itu bermanfaat sebagai bahan baku obat sampai parfum. Bangsa Mongol pun harus menyusuri jalur panjang yang berbahaya, hanya untuk menemukan dan berdagang soal itu. Perjalanan mereka dikenal sebagai Jalur Sutra (The Silk Road).Saking mahal dan prestisiusnya rempah-rempah itu, di laut, berbagai bangsa juga melakukan perburuan. Mereka ramai-ramai menuju Maluku, yang secara spesifik, daerah yang dimaksud sebenarnya adalah pulau Bacan, Ternate, Tidore, serta Halmahera (Jailolo).Suatu saat, perburuan itu mempertemukan Portugis dan Spanyol di selat Halmahera. Di kawasan ini, empat saudara yang disebut Kieraha sebagai pemegang kekuasaan. Kieraha adalah kumpulan kekerabatan dari beberapa kerajaan yang masih sesaudara. Kedatangan dua bangsa untuk transaksi sama, akhirnya memunculkan ketegangan. Tak hanya antara Portugis dengan Spanyol, tetapi juga antara sesama kerajaan yang masih sesaudara itu. Rempah-rempah yang menjadi bagian dari mata dagangan penting empat kerajaan itu membuat mereka gampang diadudomba. Dan, hak serta kewajiban tiap kerajaan yang semula telah disepakati, akhirnya batal demi kepentingan yang lebih besar.Perang demi perang terjadilah. Memang yang bertempur antar kerajaan sesaudara. Tetapi di belakangnya, dua kekuatan besar itu yang memasok senjatanya, yaitu Spanyol dan Portugis. Dan gampang ditebak, kawasan yang sebelumnya tenang dan damai itupun menjadi riuh-rendah. Senjata beradu, disusul dengan dentuman meriam yang memecah kesunyian.Namun adakah semua saudara dari Kieraha mau diadudomba? Ternyata ada yang tak terpengaruh. Dia adalah kerajaan Jailolo yang dihuni oleh suku Moro. Lokasi kerajaan itu di Halmahera sekarang, dan menyebar hingga ke kota Ibu yang kini dihuni oleh suku Tugutil yang mistis itu.Cara suku Moro tak mau terlibat perang cukup unik. Kerajaan ini melakukan bedol desa. Saat gelap mereka melakukan pengungsian, dan tatkala matahari terbit, kerajaan itu sudah lengang. Tak satupun penduduknya ada, termasuk sang raja yang diakui sebagai manusia cerdas dan bertakwa.Bagi penduduk Kieraha, suku Moro bukanlah bedol desa. Ia dianggap mokswa, hilang secara mistis. Dan keyakinan itu sampai hari ini tetap diuri-uri. Tapi simak suku Moro di Philipina Selatan yang beragama Islam, atau warga di pulau Morotai yang terletak di utara Halmahera. Apakah tidak mereka, saudara kita yang diyakini mokswa itu?Nah bagaimana dengan laga antara Portugal dan Meksiko kali ini? Adakah Portugal akan menebus dosa-dosanya di Jailolo dengan 'memberikan' kemenangan bagi Meksiko yang budayanya lebih tua? Atau justru mengubur Meksiko agar jejak masa lalunya yang kelam juga ikut terhapuskan?Naga-naganya Portugal mampu mengatasi Meksiko atau paling tidak bermain seri. Sebab jika tidak, maka dia akan berhadapan dengan salah satu kans juara dunia kali ini, yaitu Argentina. Adakah dengan begitu Angola masih punya peluang? Jawabnya, semua masih bisa terjadi dalam dunia sempit yang disebut sepakbola.==*) Penulis adalah pemerhati masalah budaya, tinggal di Jakarta. Untuk korespondensi silakan berkirim e-mail ke jok5000@yahoo.com (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads