Kolom
Damailah Yahudi Ukraina!
Jumat, 30 Jun 2006 10:01 WIB
Jakarta - Ukraina benar-benar tak dinyana. Laga lawan Swiss, Dewi Fortuna berpihak padanya. Menang adu penalti. Adakah nasibnya bakal beruntung lagi lawan Italia di delapan besar ini? Ada banyak yang meragukan itu.Pasukan Shevchenco memang mengejutkan. Pertama masuk Piala Dunia 2006 langsung sampai delapan besar. Ia berhasil lolos dari cegatan raksasa Asia, dan melenggang hingga hari ini.Jikalau Ukraina nanti kalah melawan Italia, maka itu tetaplah sebuah prestasi. Negeri itu telah menunjukkan diri sebagai negeri yang tak bisa dianggap remeh. Ukraina kini telah menempatkan sebagai salah satu ancaman baru dalam sepak bola.Tak banyak orang tahu tentang Ukraina. Yang diingat orang hanyalah Ukraina sebagai salah satu negeri baru pecahan Uni Sovyet. Padahal negeri ini menjadi salah satu negeri penting, terutama yang bertalian dengan invasi Sovyet, serta kiprah Hitler dengan pembasmian Yahudinya.Ukraina merupakan negeri multi ras. Negeri yang makmur ini dihuni orang Ukraina, Rusia, dan sekitar dua persen kini orang-orang Yahudi. Untuk yang terakhir ini, Ukraina adalah bagian dari sejarah kelam Jerman. Pembasmian Yahudi oleh Nazi Jerman telah menghabiskan sebagian besar rakyat Ukraina. Taklah heran, catatan tentang kekelaman itu masih membekas bagi sebagian rakyat negeri ini.Bicara tentang Ukraina dan Jerman memang tak bisa dilepaskan dari Yahudi. Bangsa yang dulu nasibnya tak banyak beda dengan bangsa Palestina itu merupakan orang-orang yang terusir dari negaranya. Umat nabi Ibrahim itu menjadi bangsa pengelana, dan sebagian besar tinggal di kawasan Rhein-Jerman, dan sebagian lagi di Ukraina.Bangsa yang menggunakan bahasa Yiddi itu semula tinggal di Palestina Selatan. Setelah bangsa Romawi menghancurkan Yerusalem, bangsa ini tersebar di banyak negara. Di kawasan Rhein yang menjadi pemukiman sejak jaman Romawi justru membawa bangsa Yahudi mengalami nasib tragis. Hitler yang berkuasa, telah membantai sekitar 6 juta bangsa ini. Untuk itu, setelah Perang Dunia I, mulailah timbul gerakan Zionisme yang hendak membentuk negara Israel baru di Palestina.Zionisme merupakan gerakan kaum Yahudi untuk membentuk negeri sendiri. Nama ini semula digunakan Nathan Birnbaum, nama samaran Matthias Archer, yang kemudian dikembangkan Theodor Herzl yang melakukan kongres pertama di tahun 1897. Saat itu mereka sendiri tak tahu harus membangun negara dimana. Inggris yang memberi usul untuk menempati koloninya di Uganda ditolak. Mereka meminta letak negeri yang akan dijadikan sebagai negara itu adalah di Palestina atau sekitarnya. Dan keinginan itu terwujud setelah melalui proses panjang. Tahun 1948 akhirnya Israel diakui kedaulatannya oleh Perserikatan Bangsa Bangsa. Negara Israel berdiri. Namun bangsa Palestina yang juga mendiami kawasan ini harus terusir. Mereka hidup sebagai bangsa tak punya negara. Berbagai cara dilakukan untuk mencari simpati dunia, dari diplomasi sampai jihad fi sabilillah. Anehnya, tatkala Palestina sekarang telah berdiri dan berdaulat layaknya sebagai sebuah negara, perseteruan yang berasal dari masa lalu itu tak kunjung mereda. Israel terus mendominasi kawasan yang pernah disengketakan itu, dan jadilah daerah ini sebagai area yang tak pernah tenang.Kita ingin Israel melakukan instrospeksi sebagai bangsa yang pernah terbuang. Kita ingin ketenangan bisa terjalin di kawasan yang masih terus bergejolak itu. Laga Ukraina melawan Italia semoga membangkitkan kembali semangat itu. Tak perduli hasilnya Ukraina dengan penduduk Yahudinya harus dikalahkan Italia, tetapi semangat perdamaian antar umat manusia di bumi ini haruslah terus didengungkan.==* Penulis adalah pemerhati masalah budaya, wartawan, juga mantan kiper. Alamat e-mail jok5000@yahoo.com (lom/)











































