Saatnya Berpisah
Selasa, 11 Jul 2006 12:05 WIB
Jakarta - Zinedine Zidane mengucap Au revoir dengan kartu merah, Luis Figo mengucap Adeus dengan airmata. Waktu mereka untuk berpamitan telah datang.Ya, setelah Piala Dunia 2006 Zidane, Figo, dan banyak pemain hebat lain mengucap selamat tinggal pada dunia sepakbola internasional. Zidane bahkan sekaligus mencomot dan menggantung sepatunya alias pensiun sebagai pemain.Sedikit disayangkan, pada pertandingan terakhirnya melawan Italia di final kapten Prancis itu menerima kartu merah karena menanduk dada Marco Materazzi. Yang barangkali sedikit menghibur Zidane adalah anugerah Golden Ball yang diberikan kepadanya, yang sekali lagi menunjukkan betapa pria keturunan Aljazair berkepala botak ini adalah salah satu pemain terhebat yang pernah ada di muka bumi.Dalam siaran televisi tidak tampak Zidane mengurai airmata usai diusir wasit. Ia malah menyeringai dingin. Ia juga tidak muncul pada acara pengalungan medali. Namun, apakah ia menangis di ruang ganti, hanya ia dan kubunya yang tahu -- dan merahasiakannya.Yang berpisah dengan menangis adalah Figo. Pada 8 Juli lalu, usai Portugal dikalahkan Jerman di partai perebutan tempat ketiga di Stuttgart, pemain berusia 33 tahun itu tak kuasa membendung airmatanya. Servisnya selama 15 tahun untuk Portugal selesai. Figo menangis, mungkin karena karirnya yang spektakuler tidaklah paripurna.Figo, pemegang 127 cap internasional -- terbanyak buat negaranya -- tak pernah memberi tropi internasional buat negaranya. Sumbangsih terbaiknya di level senior adalah final Euro 2004 dan semifinal Piala Dunia 2006. Dua titel Piala Dunia Yunior yang pernah dipersembahkannya, sedikit kurang diperhitungkan, kecuali bahwa ia adalah salah satu pemain terbaik dari Generasi Emas Portugal.Mundurnya Figo dari kancah internasional juga diikuti rekannya Pauleta. Bomber yang masih tercatat sebagai pemain Paris St Germain ini mencopot seragam timnya sebagai topskor Portugal sepanjang masa. Ia mengoleksi 47 gol dari 88 pertandingan, mengalahkan pemain legendaris Eusebio yang mengumpulkan 41 gol dari 64 partai. Pauleta juga menjadi pemain terakhir yang mencetak hat-trick di putaran final Piala Dunia karena tahun ini tidak ada yang mampu melakukannya. Catatan itu ia buat ketika Portugal mengalahkan Polandia di babak penyisihan grup Piala Dunia 2002.Juga pamitan dari kancah internasional adalah Oliver Kahn dan Alessandro del Piero. Kahn mengucap Auf wiedersehen setelah mengantarkan Jerman keluar sebagai juara tiga dengan menundukkan Portugal 3-1. Itulah satu-satunya aksi Kahn di Piala Dunia 2006 setelah empat tahun lalu, dengan ban kapten di lengannya, membawa der Panzer tampil sebagai runner up dan dia sendiri terpilih sebagai pemain terbaik. Kahn mundur sebagai kiper nomor dua di bawah Jens Lehmann, tapi tampil gemilang di laga pamungkasnya, juga dengan kembali meyandang ban kapten -- Michael Ballack absen lantaran cedera.Sementara Del Piero, ia berkata Ciao pada tifosi Azzurri dengan manis karena timnya keluar sebagai juara dunia. Topskor Juventus itu juga menorehkan satu gol di semifinal dan merupakan satu dari lima algojo penalti Italia yang sukses yang partai final.Bintang lain yang juga mundur dari ajang internasional antara lain kapten AS Claudio Reyna, bek kiri Brasil Roberto Carlos, dan kapten Republik Ceko Pavel Nedved. Nama terakhir kali ini betul-betul pensiun setelah sempat menarik keputusannya pensiun pasca Euro 2004 -- sama seperti Zidane.Ikon sepakbola Asia dalam satu dekade terakhir, Hidetoshi Nakata, juga mengucap Sayonara meskipun usianya relatif masih muda, yakni 29 tahun. Lilian Thuram, Claude Makelele, Claudio Suarez, dan Brian McBride juga pamit berbarengan.Sementara buat sebagian bintang lain, bisa jadi Piala Dunia 2006 menjadi Piala Dunia mereka yang terakhir. Michael Ballack, Ronaldo, David Beckham, atau Francesco Totti mungkin masih bisa mengikuti Euro 2008, tapi kemungkinan besar untuk Piala Dunia 2010.Begitulah, Piala Dunia biasa menjadi ajang datang dan pergi pemain-pemain bintang. Bagi yang telah merasa cukup, perpisahan pada akhirnya tak bisa terelakkan. (a2s/)











































