Sejak dilatih Diego Simeone, Atletico sudah memenangi setiap trofi kecuali Liga Champions. Sudah dua kali Atletico menjejak final dalam tiga musim, tapi dua kali pula mereka patah hati lantaran dikalahkan rival sekotanya itu.
Di Berlin tiga tahun lalu, Atletico dipaksa Madrid menyerah 1-4 dalam laga yang digelar hingga babak tambahan waktu. Luka serupa diderita Atletico usai kalah adu penalti setelah berimbang sampai extra time.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan situasi ini, Atletico tentunya akan bertekad menuntaskan rasa penasarannya terhadap rival sekotanya. Pelatih Atletico Diego Simeone mengaku timnya tidak merasakan tekanan.
"Sebelum setiap pertandingan ada tensi yang biasa Anda rasakan mengingat tanggung jawab yang kami punya di klub ini, dengan fans ini," ungkap Simeone di ESPN.
"Hal itu terus tumbuh, dan saya menyimpannya untuk diri sendiri apakah kami bermain melawan Las Palmas, Real Madrid, ataupun Leganes."
"Sebenarnya, terkadang sebelum pertandingan yang mungkin tampak lebih mudah di atas kertas, saya justru lebih tegang untuk membuat para pemain melakukan apa yang kami inginkan," ujar pelatih asal Argentina itu.
Madrid akan lebih dulu menjamu Atletico di leg pertama pada Rabu (3/5/2017) dinihari, sebelum bertandang ke Vicente Calderon sepekan berikutnya. Atletico hanya kebobolan empat gol di sepanjang turnamen musim ini, tapi Madrid juga tidak pernah gagal mencetak gol.
(rin/krs)










































