Sejak pertama kali ikut serta di Liga Champions pada musim 2000-2001, Shakhtar lebih banyak berkutat di fase grup saja. Klub tertua di Ukraina sulit lolos ke babak knockout dan menyamai pencapaian rivalnya Dynamo Kiev yang pernah jadi semifinalis pada 1999.
Namun peruntungan mereka berubah musim ini di mana untuk pertama kalinya lolos dari fase grup dengan mengangkangi favorit Arsenal. Penampilan apik mereka itu pun diteruskan saat bertemu AS Roma yang notabene lebih sering bermain di fase ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu memegang keunggulan namun Shakhtar enggan jumawa. Sang kapten Darijo Srna meminta rekan-rekannya untuk waspada terhadapa kekuatan Roma yang kini ditangani Vincenzo Montella.
"Salah jika berpikir bahwa tugas kami sudah usai. Meskipun begitu kami punya kesempatan yang sangat bagus. Aku pikir leg kedua melawan Roma akan jadi momen bersejarah baik kami klub kami maupun sepakbola Ukraina," ujar Srna di situs resmi UEFA.
"Tim pantas untuk menang di Roma dan meraih apa yang kami ingingkan. Setiap pemain Shakhtar menunjukkan mereka itu siapa. Kami mempelajari Roma dengan sangat cermat dan itulah kuncinya. Tapi kami harus membuktikan kualitas kami di Donetsk. Aku rasa laga nanti malam akan sangat sulit," lanjut kapten tim itu.
Shakhtar sebenarnya pantas optimistis bisa melaju karena mereka punya rekor bagus di kandang dengan tak terkalahkan di 18 partai terakhir di kandang.
"Kami tinggal selangkah lagi dari pencapaian sejarah. Namun akan sangat sulit untuk mencapai langkah terakhir itu. Aku pikir laga ini akan menjadi lebih sulit dari leg pertama di Roma," timpal Olexiy Gai.
(mrp/krs)











































