Musim lalu penampilan kedua striker itu boleh dibilang tak cemerlang. Gomez yang baru dibeli dari VFB Stuttgart dengan banderol maha lebih banyak berkutat di bangku cadangan dengan total 45 penampilan di seluruh kompetisi dengan 14 gol.
Namun di tengah terpuruknya Bayern musim ini, Gomez justru bersinar. Pesaing-pesaingnya seperti Miroslav Klose atau Ivica Olic mampu disingkirkannya dan striker 25 tahun itu pun menggila dengan koleksi 28 gol hanya dari 36 penampilannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasib Eto'o pun setali tiga uang dengan Gomez musim lalu. Meski Inter berhasil meraih treble winner namun perubahan posisi yang dialaminya. Bermain di sayap kiri serta diinstruksikan lebih bertahan, Eto'o hanya bisa membuat 16 gol dari 46 penampilannya.
Di musim ini peruntungan Eto'o berubah. Dengan seringnya Diego Milito cedera dan perpindahan posisi, striker Kamerun itu menjadi lebih ganas dan sudah mencetak 30 gol dari 36 penampilannya. Rinciannya 19 gol di liga, empat di Coppa Italia dan tujuh di Liga Champions.
Maka Gomez dan Eto'o terbilang cukup produktif musim ini terutama di Liga Champions. Namun jika Gomez sudah rajin mencetak gol di lima laga terakhirnya, maka Eto'o sudah absen membobol gawang lawan di tiga laga terakhirnya.
Maka Gomez pun diharapkan bisa membuat gol lagi seperti yang dilakukan di leg pertama. Sementara Eto'o harus segera mengakhiri puasa gol di kompetisi ini dan membawa Inter lolos dari lubang jarum.
Siapa yang berhasil? Kita tunggu setelah laga di Allianz Arena, Rabu (16/3/2011) dinihari WIB usai.
(mrp/krs)











































