Musim lalu Sneijder berhasil mengungguli rekannya itu dalam final Liga Champions yang dihelat di Santiago Bernabeu. Sneijder jadi inspirator kemenangan 2-0 Inter atas Munich.
Keduanya bertemu kembali di fase 16 besar Liga Champions. Di pertemuan pertama di Giuseppe Meazza dua pekan lalu Robben yang unggul atas Sneijder. Lewat sepakannya yang ditepis Julio Cesar, Mario Gomez sukses menjebol gawang Nerazzurri dan membawa The Bavarians menang 1-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa yang lebih kuat di antara Robben dan saya? Tentu saja saya," kelakar Sneijder seperti dilansir Football Italia.
"Mari kita bilang jika kami adalah dua pemain yang berbeda dan dia juga adalah pemain yang hebat," puji Sneijder pada rekannya itu.
Sneijder dan Robben di luar lapangan adalah teman dekat. Namun pertemanan itu harus dilupakan sejenak ketika salah satunya harus saling mengalahkan demi sebuah tiket ke perempatfinal. Sneijder punya beban untuk membawa Inter sebagai juara bertahan melaju sekaligus menjaga wakil Italia tetap eksis di kompetisi Eropa musim ini.
"Saya merasa punya tenaga extra. Selalu senang rasanya bila bermain melawan rekan-rekan Belanda saya," sahut Sneijder.
"Saya tahu baik Louis Van Gaal. Arjen dan saya adalah rekan tim di Real dan juga di timnas. Namun hari ini saya harus mengalahkan dia," tuntas gelandang berusia 26 tahun itu.
(mrp/mrp)











































