Pertemuan di 2008 yang dimaksud adalah ketika skuad Sir Alex Ferguson berhasil mengalahkan Chelsea, yang kala itu dibesut Avram Grant, dalam final Liga Champions. MU sempat unggul lebih dulu, sebelum Chelsea menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Kedudukan tersebut bertahan hingga 120 menit.
Pada babak adu penalti, tendangan John Terry melenceng dari sasaran. Di sisi lain, Edwin Van der Sar sukses menggagalkan tendangan Nicolas Anelka, yang menjadi algojo terakhir Chelsea. The Red Devils pun keluar sebagai juara--menjadikan trofi Liga Champions musim itu menjadi trofi Liga/Piala Champions mereka yang ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dendam mungkin hanya menjadi tajuk yang didengung-dengungkan, tapi bukan itu yang diincar 'Si Biru'. Ada yang lebih penting ketimbang sekadar balas dendam. Bagi Ancelotti, tujuan skuadnya tetaplah menjadi juara, dan untuk mencapainya mereka harus melewati MU lebih dulu. Selugas itu.
"Saya tak perlu membalas dendam kepada United--saya tak ada di sana waktu itu. Bagi pemain-pemain saya, saya pikir membalas dendam bukanlah motivasi yang bagus,' ujar manajer asal Italia ini di Daily Mail.
"Melihat ke masa depan akan menjadi motivasi yang lebih fantastis. Kami punya empat pertandingan sebelum mencapai final di London."
"Jika Chelsea mencapai final, kami akan mendapatkan pembalasan dendam untuk 2008--bukan untuk United," tegasnya.
(roz/arp)










































