Giggs dan Carrick diplot oleh Sir Alex Ferguson sebagai dua gelandang tengah yang mengisi lini kedua Manchester United dalam laga melawan Chelsea, Rabu (13/4/2011) dinihari WIB. Jika Giggs rajin bergerak dan memberikan operan, maka Carrick lebih berperan sebagai breaker dan penyeimbang.
Giggs, yang sepekan silam menjadi arsitek gol Wayne Rooney ke gawang The Blues, kembali mengulangi aksi serupa. Dua gol MU dalam laga kali ini juga terjadi berkat assist-nya. Yang pertama ia berikan kepada Javier Hernandez, sedangkan yang kedua ia berikan kepada Park Ji-Sung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertandingan malam ini begitu sulit. Kami sudah mengira mereka akan menekan kami. Kami juga tahu bahwa kami harus mencetak gol dalam laga ini," ujarnya kepada BBC.
"Kami bermain dengan baik dan punya rencana yang bagus. Malam ini kami juga mencetak beberapa gol hebat," lanjutnya.
Giggs kemudian mengakui bahwa peran Carrick yang bermain di sisinya cukup signifikan. Dengan usianya yang sudah tak muda lagi, 37 tahun, kehadiran Carrick membuat pekerjaannya di lini tengah menjadi lebih mudah.
"Pekerjaan saya sebagai gelandang tengah menjadi lebih mudah dengan adanya Michael Carrick di sisi saya, ia bermain fantastis dalam dua pertandingan ini. Ketika Anda semakin tua, akan lebih mudah jika Anda bisa memilih momen yang Anda mampu," tukasnya.
(roz/nar)











































