Hal tersebut disampaikan Karanka dalam konfernsi pers menjelang leg kedua semifinal Liga Champions antara Barca kontra Madrid tengah pekan ini.
"Besok akan tampil pemain yang, siapa pun melihat pemain itu tidak menjunjung tinggi fair play dan semangat menghormati pada hari Rabu yang lalu. Bahkan mereka bertindak secara rasis. Ketika itu mereka menutupi mulut mereka sehingga tidak ada satu pun yang bisa membaca gerak bibir mereka. Sementara dua dari pemain kami, yang tidak melakukan apa-apa ketika itu, tidak akan tampil besok," ujar dia seperti dikutip dari situs resmi klub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Karanka juga mengkritik UEFA yang menerapkan standar ganda, terkait keputusan asosiasi tertinggi sepakbola Eropa tersebut untuk menolak banding yang diajukan Los Merengues.
Jalan terjal harus ditempuh El Real di semifinal Liga Champions ini. Mereka harus menang dengan selisih tiga gol atas Barcelona di Camp Nou. Soal ini, Karanka optimistis bahwa timnya bisa berbuat banyak.
"Kami adalah Real Madrid. Kami merepresentasikan institusi yang tak pernah gagal untuk menaklukkan tantangan dalam sejarah 109 tahun klub. Satu hal yang menjadi pikiran utama kami saat ini adalah mencapai final di Wembley. Pelatih kami merasa tidak enak karena tidak bisa mendampingi tim di laga nanti. Jadi penting bagi kami untuk bisa mendedikasikan kemenangan untuknya," tuntas Karanka.
(nar/arp)











































