'Naga' Waspadai 'Pembunuh Raksasa'

Jelang Final Liga Europa

'Naga' Waspadai 'Pembunuh Raksasa'

- Sepakbola
Rabu, 18 Mei 2011 07:31 WIB
Naga Waspadai Pembunuh Raksasa
Dublin - Catatan di kancah domestik bikin FC Porto jadi favorit kuat saat menghadapi Braga di final Liga Europa. Tapi 'Si Naga' tetap mewaspadai Braga, yang sejauh ini tampil bak "pembunuh raksasa".

Partai puncak Liga Europa musim ini akan mengetengahkan duel antara sesama tim dari Portugal ketika Porto berjumpa dengan Braga di Stadion Aviva, Kamis (19/5/2011) dinihari WIB.

Porto menuju laga itu dengan predikat unggulan mengingat mereka sudah mampu menjadi juara kompetisi domestiknya tanpa pernah kalah satu kali pun. Braga sementara itu hanya menyudahi musim di posisi empat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, keganasan Braga di kompetisi Eropa sejauh ini tetap diwaspadai benar oleh Andre Villas-Boas selaku pelatih Porto. Dalam mencapai final, faktanya Braga memang banyak memakan korban klub-klub besar.

Sebelum berlaga di Liga Europa, Braga tampil di Liga Champions usai menyisihkan Celtic dan Sevilla di fase playoff. Di fase grup, Braga sempat menghantam Arsenal 2-0 di matchday 5 kendati akhirnya tetap angkat koper dari Liga Champions.

Usai terlempar ke Liga Europa, Braga juga-lah yang menyingkirkan klub tangguh Inggris Liverpool di babak 16 besar. Untuk sampai ke final Braga pun memenangi duel sesama klub Portugal, Benfica, yang finis di posisi dua klasemen liga domestiknya.

"Saya tidak tertarik menyebut siapa yang difavoritkan dan siapa yang tidak. Itu tidak akan membantu kami. Braga sampai ke final berkat kemampuannya," nilai Villas-Boas di AFP.

"Braga sudah menghadapi Celtic, Sevilla, Liverpool, Benfica dan Arsenal. Mereka adalah tim-tim besar Eropa yang kalah dari Braga. Itu menunjukkan mereka sudah melakukan pekerjaan luar biasa, jadi kami harus fokus," imbuhnya.

Pun demikian, Villas-Boas menegaskan kalau Porto akan tampil di final dengan semangat menggebu-gebu. Apalagi peracik taktik berusia 33 tahun itu sendiri berpeluang menjadi pelatih termuda yang memenangi trofi utama UEFA jika bisa membawa timnya juara.

"Kami akan berjuang keras, kami sangat ingin menang. Kami akan memberikan yang terbaik dan kami yakin mampu meraih hasil bagus," serunya.




(krs/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads