Rupanya, Villas-Boas kecewa karena merasa Porto tidak bermain baik; demikian juga Braga. Menurutnya, duel selama 90 menit di Aviva Stadium, Kamis (19/5/2011) dinihari WIB, itu tidak mencerminkan kualitas sepakbola Portugal.
"Saya cuma sedih karena kami seharusnya bisa bermain lebih baik," komentar Villas-Boas usai pertandingan seperti yang dilansir situs resmi UEFA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut catatan Opta Stats, gol tunggal yang dicetak Radamel Falcao di menit terakhir babak pertama adalah satu-satunya shot on goal Porto dalam laga ini. Meski minim, Villas-Boas senang melihat efektivitas timnya.
"Benarkah kami cuma punya satu tembakan gawang? Itu tembakan yang menentukan. Kami sangat senang bisa memenangi trofi ini," jelas eks asisten Jose Mourinho tersebut.
Keberhasilan mengantar Porto sebagai juara menempatkan Villas-Boas sebagai manajer termuda yang pernah memenangi kejuaraan antar klub Eropa di usia 33 tahun 213 hari.
"Yang terpenting adalah Porto bisa menambah satu lagi trofi dalam daftar prestasi mereka," kata Villas-Boas mencoba menepis sorotan pada pribadinya.
(arp/din)











































