Dua gol dari Samuel Eto'o dan Lionel Messi ke gawang Edwin van der Sar di Olimpico Stadium, memberikan gelar Liga Champions ketiga bagi Barca saat itu dan membuat Pep meraih treble winner di musim pertamanya jadi pelatih tim senior.
Penampilan Barca kala itu bukan tanpa cacat juga karena Pep melihat anak asuhnya tampil terlalu santai di 10 menit awal laga yang membuat MU mendominasi jalannya laga. Bahkan dalam beberapa kesempatan gawang Victor Valdes terancam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika saja Azulgrana memberi kesempatan bagi The Red Devils mengembangkan permainannya, maka siap-siap saja mereka akan kesulitan.
"Kami bermain buruk di Roma ketimbang yang kami ingin tampilkan besok (Sabtu). Ini sangat aneh untuk dikatakan dan saya senang kami menang. Namun jujur saja, kami harus bermain lebih baik dari tahun 2009 untuk menang," pinta Pep seperti dilansir AFP.
"Kami harus bermain lebih cepat. Dalam sisi intensitas dan beberapa hal lain, kami tidak sebaik yang kami ingin mainkan," sambungnya.
"Inilah yang saya katakan berulang kali kepada para pemain saya dalam beberapa hari terakhir. Jika sekaran para pemain tampil seperti di Roma, maka kami tidak akan menang."
Barca memang diunggulkan banyak petaruh untuk menang di laga final ini. Meski begitu Pep melihat MU tetaplah bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata dan meminta anak asuhnya tampil semaksimal mungkin.
"Saya sangat mengkhawatirkan Manchester United. Mereka fantasis, para pemainnya kuat dan sama baiknya dengan kami. Ini bukanlah tim yang kemarin. Ini adalah tim legendaris. Mereka telah banyak melalui segalanya dan kami tahu bagaimana penampilan mereka," tandas Pep.
"Mereka adalah tim terlengkap dari sisi manapun yang saya lihat. Inilah mengapa kami harus tampil dengan sangat baik," tutup pria berkebangsaan Spanyol itu.
(mrp/mrp)
