Ancaman sanksi tersebut dia terima dalam laga leg I babak play-off Liga Champions antara Arsenal kontra Udinese yang berlangsung tengah pekan kemarin. The Professor sebenarnya dalam status kena sanksi dalam laga itu. Ia menyaksikan pertandingan dari tribun VIP Stadion Emirates.
Namun arsitek Arsenal sejak 1996 itu disinyalir memberikan instruksi ke bangku cadangan kepada asistennya Pat Rice. Modusnya adalah Wenger berbincang dengan Boro Primorac (first team coach) dan kemudian Primorac menggunakan telepon genggamnya yang diklaim bahwa ia sedang menghubungi seseorang di bench, untuk memberikan instruksi kepada Rice.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka UEFA pun akan melakukan investigasi lanjutan plus juga tindakan Wenger seusai pertandingan yang melakukan sikap tutup mulut kepada pers, yang mana hal itu dilarang dalam peraturan dan kemungkinan berujung denda atau sanksi.
Wenger sendiri mempertanyakan mengapa dirinya terancam sanksi. Dia pun mengaku bingung dengan aturan UEFA.
"Memang sulit karena kita tidak benar-benar tahu aturan apa yang membuat saya terancam sanksi. Aturan itu sedikit membingungkan. Ini harus mendapatkan perhatian karena hingga seberapa jauh Anda bisa menghentikan seseorang ketika melakukan pekerjaannya?" ujar Wenger di situs resmi klub.
Pria Prancis itu mengaku dirinya hanya berusaha menghormati aturan yang ditetapkan UEFA. "Saya merasa tidak berbuat banyak. Kami berusaha untuk respek pada peraturan, namun jelas, sangat sulit bagi Anda untuk menghentikan sesorang yang memiliki pengaruh."
"Satu yang pasti adalah Anda tidak bisa masuk ke ruang ganti. Saya tidak melakukan itu," lugasnya.
(nar/krs)











































