Sebagai catatan, kedua tim tersebut sudah bertemu dua dari tiga perhelatan terakhir final Liga Champions. 'Setan Merah' kalah dalam dua kali kesempatan itu, dengan yang terakhir terjadi di Wembley pada Mei silam.
Kekalahan yang terakhir membuat Sir Alex Ferguson terlecut. Baginya, Barca adalah team-to-beat di kancah Eropa. Setelah laga di Wembley tersebut, MU memang berhasil mengalahkan Barca di Amerika Serikat. Namun, statusnya hanyalah laga persahabatan. Biarpun para pemain terbaik tampil, nilainya tak seprestisius di laga resmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayangkan MU bisa membawa performa bagus di awal musim ini--di mana mereka selalu menang di lima laga terakhir di Premier League--sampai Mei nanti. The Red Devils tentu diprediksi memiliki kesempatan untuk menang.
Di sisi lain, Barca yang tak sesempurna MU punya gayanya sendiri. Kemenangan 8-0 atas Osasuna akhir pekan lalu menunjukkan bahwa skuad arahan Pep Guardiola itu masih punya amunisi untuk mendominasi tim lain.
Lalu, siapa bakal menang? "Saya tak akan terkejut jika Barcelona melawan Manchester United lagi di final Liga Champions. Keduanya tampak sulit dikejar dan merupakan dua klub terbaik di Eropa," ujar eks pemain MU, Steve Coppell, di ESPN Star.
"Jika Anda melihat mereka sekarang, dan Anda bertanya kepada saya, saya akan mengatakan bahwa Barcelona bakal menang. Mereka tak bisa dihentikan."
"Permainan yang mereka lakukan sekarang, bisa saya katakan, sangat sulit untuk dikalahkan," ucap Coppell, yang pernah membela MU di era 70-an dan awal 80-an.
Kendati demikian, pria yang pernah menukangi Reading itu juga memuji skuad yang dimiliki Sir Alex. Ia menyebut, kekuatan MU musim ini terletak pada kedalaman skuad yang dimiliki dan kolektivitas para pemain muda yang tidak biasa-biasa saja.
(roz/din)










































