Rencana menggelar kompetisi tandingan tersebut diungkapkan oleh Presiden Barcelona, Sandro Rossell. Sebagai catatan, Rosell adalah wakil presiden European Club Association (ECA), atau yang dulunya dikenal sebagai G-14.
"Jika UEFA dan European Club Association mencapai kesepakatan, kami ingin menambahkan Liga Champions di bawah payung UEFA. Jika tidak, ECA berkeinginan mengorganisir kompetisinya sendiri," sahut Rosell di Soccernet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ECA juga meminta kompensasi dari negara jika ada pemainnya berlaga di Piala Dunia, Piala Eropa dan turnamen internasional lainnya. Yang terakhir adalah pembagian jatah uang yang lebih tinggi dan peran yang diperbesar dalam pembuatan keputusan.
"Kami ingin melihat Liga Champions dengan lebih banyak peserta, yang artinya di masa depan kami bisa melihat Barcelona menghadapi Manchester United pada hari Sabtu atau Minggu di babak perempatfinal, misalnya."
"Di Spanyol kami punya empat klub yang lolos ke Liga Champions. Jika Anda menambahkan itu menjadi delapan, empat lainnya akan dapat keuntungan," lanjut Rosell.
European Club Association saat ini beranggotakan lebih dari 100 klub-klub yang berlaga di Eropa. Organisasi ini pada awalnya bernama G-14 dan berdiri pada tahun 2000 silam.
G-14 terdiri dari 14 klub elit Eropa yakni Barcelona, Real Madrid, Liverpool, Manchester United, Juventus, Milan, Internazionale, Marseille, Paris Saint-Germain, Bayern Munich, Borussia Dortmund, Ajax, PSV dan Porto. Mereka beberapa tahun lalu juga sempat mengancam menggelar kompetisi tandingan untuk menyaingi Liga Champions.
Namun ancaman tersebut tak sampai terlaksana karena keburu tercapai kesepakatan antara ECA dengan UEFA. Dan kesepakatan tersebut berakhir di tahun 2014 mendatang.
(din/roz)











































