Kekalahan 1-2 ini membuat Spurs kini tertahan di posisi tiga klasemen Grup A dengan nilai tujuh. Menjadi pemuncak klasemen adalah PAOK dengan poin 11 sementara Rubin Kazan berada di posisi dua dengan nilai 10.
Meski masih punya satu pertandingan sisa peluang Spurs lolos terbilang sangat kecil, karena nasib mereka akan ditentukan pada pertandingan lain. Kalaupun anak didik Harry Redknapp menang atas Shamrock Rovers di matchday terakhiri itu akan sia-sia jika PAOK dan Rubin Kazan yang saling berhadapan bermain imbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertandingan baru berjalan enam menit saat Dimitris Salpigidis dengan leluasa menanduk umpan dari sisi kiri ke dalam gawang. Berdiri di tengah kotak penalti tanpa kawalan, dia mudah saja menaklukkan kiper Heurelho Gomes.
Skor kemudian berubah menjadi 2-0 di menit 14. Adalah Stefanos Athanasiadis yang kali ini memperdaya Gomes untuk membawa PAOK unggul lebih jauh lagi.
Setelah tertinggal dua gol tersebut barulah Spurs bangkit. Serangan demi serangan yang mereka bangun akhirnya membuahkan hasil setelah wasit menunjuk titik putih di kotak penalti PAOK saat Kostas Stafylidis dianggap menyentuh bola dengan tangganya tepat di garis gawang. Sang pengadil kemudian juga megirim keluar lapangan Stafylidis dengan memberinya kartu merah.
Tepat di menit 38 Luca Modric menuntaskan tugasnya dengan sempurna sebagai eksekutor penalti. Skor pun berubah menjadi 1-2.
Di sepanjang babak kedua Spurs mendominasi penuh jalannya laga. Namun gol penyama yang mereka tunggu tak kunjung datang.
Jermaine Defoe sesungguhnya sempat merobek gawang tamunya. Namun wasit kemudian membatalkan gol tersebut karena dia dianggap lebih dulu melakukan pelanggaran.
(din/roz)











































