Diundi satu grup bersama Benfica, Basel dan Otelul Galați, 'Setan Merah' selaku finalis Liga Champions musim lalu sekaligus juara bertahan Liga Primer Inggris dijagokan bakal melaju ke babak 16 besar.
Nyatanya tidaklah demikian. Setelah membuang kesempatan meraih poin di kandang dengan hasil imbang 3-3 lawan Basel dan 2-2 kontra Benfica, nasib MU harus ditentukan di matchday terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sinilah The Red Devils lantas mendapatkan hasil pahit. Dua gol dari tuan rumah hanya bisa dibalas satu kali oleh MU. MU kalah 1-2 sehingga tersingkir dari Liga Champions dan harus puas berlaga di Liga Europa.
"Sejujurnya saya pikir (tersingkir) sudah mencerminkan laju MU, mereka tidak mencetak gol yang cukup dan mereka tidak bisa mengalahkan Basel atau Benfica," kritik Keane dalam ulasannya di ITV, seperti dilansir BBC.
Mantan kapten MU itu lantas menilai bahwa puja-puji yang dialamatkan sejumlah kalangan kepada barisan pemain muda MU sejauh ini belum berhak didapat karena mereka terbukti belum mampu menjawab ekspektasi.
"Orang-orang bicara mengenai pemain muda--ada (Phil) Jones, (Chris) Smalling, (Ashley) Young yang masuk, semua orang memuji-muji mereka, tapi mereka punya banyak tugas, itu kenyataannya. Saya akan menyerukan kepada mereka dan bilang, 'Kalian jangan terbuai dan fokuslah'. Malam ini MU mendapatkan hasil yang pantas," simpul Keane yang pernah membantu MU meraih treble pada musim 1998–99.
(krs/mrp)










































