Biasanya, MU belum mengeluarkan banyak keringat di fase grup Liga Champions pada tiap musimnya. Lolos ke babak knock-out sebagai juara grup juga sudah jadi semacam kewajiban buat 'Setan Merah'.
Tapi, musim ini, MU sedang apes. Mereka sudah tertatih-tatih kala meladeni lawan-lawan di Grup C yang notabene kelasnya ada di bawah mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini rasanya seperti mimpi. Saya merasa saya akan bangun besok dan kami sudah lolos," ucap Evra di ESPN Star.
"Tapi, ini bukan mimpi. Ini kenyataan. Kami sudah harus tersingkir di babak awal kompetisi ini. Kami layak tersingkir," akunya.
Dengan status peringkat ketiga Grup C, MU pun harus rela terlempar ke kompetisi kelas dua, Liga Europa.
"Bahkan meski dalam sebuah laga persahabatan, saat memakai kostum Manchester United, saya akan melakukan yang terbaik untuk memenangi trofi. Tapi, memalukan harus berada di Liga Europa," tambah pemain asal Prancis ini.
"Saya main untuk Manchester United untuk berkompetisi di Liga Champions. Tapi, beberapa pemain bermimpi main untuk United di kompetisi apa pun dan Anda harus menghargai itu," pungkasnya.
(mfi/rin)











































