Kejutan terjadi di laga terakhir fase grup Liga Champions 2011/12. Salah satu tim kandidat juara, Manchester United bahkan gagal lolos ke babak knock out usai takluk di kandang Basel.
Ini adalah ketiga kalinya pasukan Sir Alex Ferguson itu tereliminasi di babak grup sepanjang keikutsertaannya di Liga Champions. Sebelumnya pernah terjadi pada musim 1994-95 dan 2005-06.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta ini memang cukup ironis. Mengingat MU juga memiliki kiprah bagus di turnamen paling elit se-Eropa itu dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Usai dikandaskan AC Milan dengan agregat 3-5 di semifinal musim 2006-07, laju "Setan Merah" terbilang positif. Di musim selanjutnya mereka berhasil meraih gelar juara usai mengalahkan Chelsea di final dan kembali masuk final meski kandas di tangan Barcelona.
Musim 2009-10 jadi laju terburuk MU dalam periode ini menyusul terhentinya Wayne Rooney dkk. di perempatfinal usai disingkirkan Bayern Munich. Namun semusim berikutnya, MU kembali unjuk kekuatan dengan berhasil maju ke final walau lagi-lagi harus gigit jari karena gagal mengawinkan gelar liga dengan trofi Eropa usai ditundukkan Barca.
Sebaliknya, jika dilihat dari grafik permainan MU di musim ini, terlihat jelas sekali bahwa performa mereka mengalami menurunan. Di kompetisi Liga Inggris, MU sempat tampil ciamik salah satunya saat melumat Arsenal dengan skor mencolok 8-2.
Namun setelah dibantai rival se-kotanya Manchester City 1-6, MU seolah kehilangan karakternya. Meski memenangi empat dari lima laga terakhirnya, MU tampil kurang meyakinkan terlihat dari skor yang dibuatya di mana mereka hanya bisa mencetak satu gol ke gawang masing-masing lawannya.
Lebih buruk lagi, performa yang demikian tersebut sejalan dengan yang ditampilkan MU di babak penyisihan Liga Champions. Kegagalan MU bisa jadi akibat kegagalan mereka dalam memaksimalkan meraih angka saat menjamu lawan-lawannya.
Dalam tiga laga di Old Trafford, MU hanya menang sekali dan sisanya seri. Kemenangan itu dipetik dari tim terlemah, Otelul Galati 2-0 dan itu pun didapat dari dua tendangan penalti.
Setelah itu MU diimbangi Basel 3-3 setelah sempat unggul dua gol. Wakil Swiss itu bahkan sempat membalikkan keadaan dan MU nyaris saja kalah jika saja Ashley Young tidka membuat gol di menit-menit akhir.
Demikian pula ketika menjamu Benfica. MU tak memulai laga dengan baik dengan kebobolan di awal laga lewat gol bunuh diri Phil Jones. Usai disamakan Dimitar Berbatov dan Darren Fletcher menambahkan keunggulan, MU gagal mempertahankan konsentrasi sehingga dipaksa menelan hasil seri setelah Pablo Aimar menyamakan skor.
Titik nadir MU barangkali terjadi di St. Jakob-Park dini hari tadi. MU cuma butuh hasil imbang untuk memastikan diri lolos, namun itu pun tidak bisa mereka lakukan. MU tersingkir usai kalah 1-2 dan harus rela turun kasta ke Liga Europa. Sementara Basel melenggang bersama Benfica ke babak 16 besar.
Meski demikian, MU belum 'habis'. Dengan segera melakukan pembenahan, juara Inggris ini masih punya kesempatan untuk menyelamatkan musimnya dengan memenangi kompetisi yang masih diikutinya seperti Liga Inggris, Piala FA dan tentunya Liga Europa.
(rin/a2s)











































