Tersingkir, PSG Kecewa Berat

Liga Europa

Tersingkir, PSG Kecewa Berat

- Sepakbola
Kamis, 15 Des 2011 06:03 WIB
Tersingkir, PSG Kecewa Berat
Paris - Dana besar yang dikucurkan oleh Paris Saint-Germain (PSG) pada awal musim ini ternyata belum cukup untuk menyulap mereka menjadi tim kuat di level Eropa. Mereka baru saja menelan kekecewaan karena tersingkir dari Liga Europa.

Musim panas lalu, PSG yang didanai oleh Qatar Investment Authority menggelontorkan dana sekitar 116 juta dolar AS (sekitar Rp 1,05 triliun) di bursa transfer. Uang sebanyak itu dipakai untuk mendatangkan beberapa pemain ternama seperti Javier Pastore, Jeremy Menez, Kevin Gameiro, Mohamed Sissoko, hingga Diego Lugano.

Dengan tambahan pemain-pemain baru tersebut, PSG makin kompetitif di Liga Prancis dan saat ini tengah memimpin klasemen bersama Montpellier. Tapi, di level Eropa, PSG belum bisa bicara banyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Klub berjuluk Les Parisiens ini baru saja tersingkir dari Liga Europa. Kemenangan 4-2 atas Athletic Bilbao tak cukup untuk meloloskan mereka ke babak 32 besar karena pada saat yang bersamaan Red Bull Salzburg juga menang atas Slovan Bratislava.

PSG dan Salzburg sebenarnya sama-sama punya koleksi 10 poin dari enam pertandingan. Tapi, yang berhak lolos adalah Salzburg karena mereka unggul head-to-head.

"Ini sangat mengecewakan. Seharusnya kami bisa lolos dari grup ini," kata pelatih PSG, Antoine Kombouare, yang dikutip Yahoosports.

"Tapi, saat kelolosan Anda ditentukan pada satu pertandingan dan nasib Anda tak cuma di tangan Anda, maka semuanya jadi sulit," tambahnya.

"Kami tidak gagal pada malam ini, tapi karena dua pertandingan lain yang masih menyangkut di tenggorokan saya. Kami tidak memaksimalkan kesempatan saat kami bermain di Salzburg atau di Bratislava," jelas Kombouare, merujuk pada kekalahan 0-2 di markas Salzburg dan hasil imbang 0-0 di markas Slovan Bratislava.

Setelah tersingkir dari Eropa, kini PSG tinggal berharap pada dua kompetisi domestik, Liga Prancis dan Piala Prancis.

"Kami harus memanfaatkan kekecewaan ini sebagai motivasi untuk total di kompetisi-kompetisi itu," ujar Kombouare.

(mfi/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads